Pesawat Waterbom Padamkan Kebakaran Hutan Gunung Klabat

Briefing sebelum dilakukan penyiraman gununf KlabatBriefing sebelum dilakukan penyiraman gununf Klabat

Manado-Pesawat Jenis Air Tracktor (AT) miliki Susi air sejak Sabtu (24/10/2015) lalu, mulai action melakukan penyiraman kebakaran hutan dan lahan perkebunan yang terjadi di Gunung Klabat.

Demikian di sampaikan, Juru Bicara Pemprov Sulut DRJemmy Kumendong MSi, di Posko pengendalian bencana kebakaran lahan dan hutan di VVIP Bandara Sam Ratulangi Manado.

Kumendong mengatakan, tepat pukul 11:58 Wita Pesawat Air Tracktor yang di piloti Peter Jones landing di bandara Samrat dari Gorontalo. Setelah mengikuti briefing dan istirahat makan siang, pukul 14:10 Wita Pilot Peter Jones menerbangkan kembali pesawat Air Tracktor untuk melakukan surfei dan orientasi udara di lokasi terjadinya kebakaran.
Pesawat Waterbom Padamkan Kebakaran Hutan Gunung Klabat (Foto Ist)
“Sebelum melakukan penyiraman, Jones akan membunyikan sirine dari pesawat sebagai pemberitahuan kepada warga,”ujar Karo Pemerintahan dan Humas, Setda Provinsi Sulut ini.

Kumendong menyebutkan, dalam briefing yang dipimpin Dan Lanudsri Kol Pnb Djoko bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Jhon Palandung MSI, serta instansi terkait, terungkap bahwa sekali sorti (terbang) pesawat ini mampu menampung 3 ribu liter air, dan setiap hari rencananya lima sampai sepuluh kali penyiramanan di lokasi terjadinya kebakaran, mengingat lokasi kebakaran dekat dengan bandara hanya butuh waktu 15 menit setelah melakukan penyiraman pesawat sudah kembali ke landasan.

Kadis Kehutanan Provinsi Sulut Ir Herry Rorinsulu MSi menambahkan, sesuai perintah dari Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, bahwa pesawat Air Tracktor akan bertugas hingga selesai penyiraman di titik-titik api yang ada, terutama di gunung Klabat yang berdekatan dengan Bandara Sam Ratulangi Manado.

“Kita di Sulut sesungguhnya bersyukur karena dari 18 Provinsi yang terjadi kebakaran lahan dan hutan, khususnya di Kawasan Timur Indonesia, kita mendapat prioritas karena kebakaran ini dekat dengan bandara serta telah mengganggu jadwal penerbagan pesawat,” kata Hero sapaan akrab dari Kadis Kehutanan Sulut ini. (tim/sulutonline).