“Pengawasan Perijinan Bangunan Gedung Lemah”

Walikota Manado GSVL (foto Ist)Walikota Manado GSVL (foto Ist)

Walikota GSVL Instruksikan Revisi Perwako Perijinan

Manado-Tragedi kebakaran Inul Vista yang merenggut 12 korban jiwa memacu gerak cepat Pemerintah Kota Manado. Setelah berkoordinasi dan melaporkan segala perkembangan terkini kepada Pejabat Gubernur DR Soni Sumarsono, MDM, Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut menggelar Rapat Dinas khusus SKPD yang terkait dengan pelayanan perijinan serta pengawasan gedung dan bangunan.

Rapat digelar di sebuah kawasan tidak jauh dari Inul Vista, Senin (26/10/2015) siang. Sebagaimana instruksi Walikota GSVL yang disampaikan dalam Rapat Dinas Jumat pekan lalu, meminta SKPD terkait dengan pelayanan perijinan agar membenahi segala hal terkait dengan kemudahan pengurusan ijin, termasuk di dalamnya aspek keamanan bangunan gedung, serta kenyamanan penggunaan, dan terutama keselamatan penggunanya. Lalu pengawasannya juga harus dilaksanakan dengan baik.

“Harus diakui, pengawasan terhadap perijinan bangunan gedung yang dilaksanakan SKPD serta penanggung jawab pengawasan selama ini lemah, dan masih terdapat kekurangan yang perlu dibenahi. Kejadian di Inul Vista yang tidak menyediakan sistem kedaruratan, smoke detector, dan tabung pemadam kebakaran yang memadai, adalah bukti konkret bahwa pengawasan kita masih lemah. Sistem kedaruratan selama ini memang masih dianggap tidak terlalu penting, tapi kejadian di Inul Vista mudah-mudahan menjadi acuan bagi kita semua untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih paripurna.,"ingat Walikota GSVL di hadapan belasan pejabat eselon dua.

Penegasan Walikota GSVL ini disampaikan menyoal tudingan sejumlah pihak tentang lemahnya peran Pemkot dalam penanggulangan sistem kedaruratan bangunan gedung. Walikota menginstruksikan agar dilaksanakan revisi pada Peraturan Walikota tentang Perijinan, terutama pada Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan memanfaatkan Tim Ahli Bangunan Gedung.

"Tim Ahli ini diminta atau tidak diminta dapat memberikan nasehat, pendapat, serta pertimbangan profesional untuk persetujuan rencana teknis bangunan gedung dengan kriteria tertentu serta mewujudkan harapan pemerintah dan masyarakat untuk menjamin keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan keandalan sebuah gedung bertingkat,”terang GSVL seraya beraharap agar proses pengurusan perijinan bangunan bisa menjamin keamanan dan keselamatan pengguna, termasuk pada situasi darurat.

Pada bagian lain, Walikota ikut menyentil soal pengurusan perijinan yang bisa selesai dalam waktu yang relatif cepat dengan persyaratan mudah dan sederhana,"Seperti penjelasan Pak Presiden, kalau mau bicara masih menyangkut hari, minggu, dan bulan, lebih baik tidak usah bicara. Kalau sudah bicara hitungan jam baru bisa dibicarakan. Silahkan kepala SKPD pikirkan jenis layanan perijinan mana yang bisa kita berikan dalam waktu cepat. Satu jam bisa selesai, itu lebih baik," ujar Walikota GSVL menirukan arahan Presiden pekan lalu.

Di penghujung Rapat Dinas terbatas yang berlangsung akrab itupun Walikota GSVL sempat memberikan teguran kepada salah satu pimpinan SKPD yang dilaporkan warga melaksanakan pungutan liar dan memerintahkan Kepala BKD Kota Manado untuk memproses kepindahan yang bersangkutan dari instansi pelayanan perijinan ke tempat lain.

Hadir dalam rapat, Kepala BP2T, Kepala Dinas Pendapatan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Perindag, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kepala Dinas PU, Kepala Bappeda, Kasat Pol PP, Kepala Bagian Hukum Setda, Kepala Bagian Perekonomian Setda, dan Kepala Bagian Humas Setda, serta Pejabat lainnya.(tim/sulutonline).