Terkait Penetapan Penjabat Walikota Manado, Pengamat Ingatkan Gubernur Harus Hati –Hati

Taufik TumbelakaTaufik Tumbelaka

Manado-Gubernur Sulut DR Soni Sumarsono diminta hati-hati dalam mengambil keputusan menempatkan Penjabat Walikota Manado. Pasalnya, Manado dianggap sebagai barometer di Sulut dengan berbagai kepentingan, sehingga dikabarkan saat ini nama-nama telah disodorkan ke meja Gubernur untuk segera ditanda-tangani.

Meskipun jabatan GS Vicky Lumentut (GSVL) dan HAB Mangindaan sebagai Walikota dan Wakil Walikota 2010-2015 nanti akan berakhir 8 Desember mendatang. “Siapa-siapa nama Penjabat Walikota Manado dan daerah lainnya sudah ada. Tinggal ditandatangani oleh Pak Gubernur,” ujar salah satu sumber, Kamis (12/11/2015).

Kengototan sejumlah oknum agar nama yang mereka sodorkan pada Gubernur mendapat persetujuan, karena melihat prospek kepentingan bisnis yang dikedepankan dibandingkan kepentingan pemerintahan dan masyarakat banyak.

Hal inilah yang membuat pengamat politik dan pemerintahan Sulut, Taufik Tumbela, mengerutkan dahinya. “Saya juga sudah dengar bahwa nama-nama Penjabat Walikota/Bupati sudah ada, tinggal ditandatangani Gubernur. Nah, khusus Manado sangat rentan sehingga Pak Gubernur jangan salah pilih orang,”ingat Tumbelaka.

Dikatakan Tumbelaka, kurang lebih 50 hari Sumarsono memimpin Sulut oleh sebagaian besar masyarakat dianggap berhasil karena membuat berbagai terobosan untuk kemajuan Sulut. Dan sebagai birokrat handal, Sumarsono juga telah membuat pemerintahan berjalan lebih baik dibanding sebelumnya.

“Karena itu siapapun yang akan Pak Gubernur pilih sebagai Penjabat Walikota Manado, itu kewenangan beliau. Namun yang perlu diingatkan, Pak Gubernur jangan terjebak dengan permainan orang lain. Siapapun Penjabat Walikota, harus bebas dari kepentingan pribadi apalagi kepentingan bisnis,” tegas Tumbelaka.

Diketahui, hingga kemarin beredar kabar bahwa Penjabat Walikota Manado akan ditempati pejabat Pemprov Sulut. Sederet nama yang berkembang antara lain Kepala Beppeda Ir Roy Roring, Asisten II Drs Sanny Parengkuan, Asisten III Christian Talumepa SH, dan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Edwin Silangen SE. Sementara di Pemkot Manado sendiri muncul nama Sekkot MHF Sendoh.

Jabatan Walikota Manado memang sangat bergengsi dibandingkan dengan jabatan Walikota/Bupati daerah lain di Sulut. Salah satunya karena Manado merupakan Ibukota Provinsi dan juga pusat perekonomian di Bumi Nyiur Melambai. Karenanya, untuk merebut kursi orang nomor satu di Manado, kendati hanya berstatus penjabat dan jabatannya tidak lama, dikabarkan berbagai cara dilakukan melobi pemerintah pusat. (tim/sulutonline).