Rampangiley: Bencana Sudah Menjadi Issu Global

Kepala BNPB Willem Rampangiley saat Rakor Siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor Tingkat Provinsi SulutKepala BNPB Willem Rampangiley saat Rakor Siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor Tingkat Provinsi Sulut

Manado-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangiley, saat Rakor Siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor Tingkat Provinsi Sulut, yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut, di ruang CJ Rantung Kantor Gubernur Sulut, Jumat (20/11/2015) mengungkapkan, saat ini bencana alam tidak hanya menjadi isu lokal akan tapi sudah menjadi isu global.

“Mengingat bencana alam tidak bisa diprediksi kapan itu terjadi, namun kita harus mewaspadainya, karena kejadian bencana selain telah banyak merengut jiwa manusia, tapi juga telah mengganggu hasil-hasil pembangunan berkelanjuntan, dimana pertumbuhan ekonomi bisa terganggu oleh karena bencana, apakah gunung meletus, banjir maupun kebakaran hutan,”ujar mantan Dan Lantamal VIII Manado itu.

Oleh karena itu, mantan Deputi I Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI meminta, pemerintah daerah harus melakukan Early Warning Sistem, berupa deteksi dini, agar masyarakat bisa terhindar dari resiko bencana.
 Foto bersama Willem Rampangiley
“Karena itu konsep pengurangan resiko bencana diharapkan mampu dilaksanakan oleh pemerintah daerah,”ingat Jenderal Bintang Dua yang murah senyum ini.

Sebelumnya Gubernur Sulut DR Soni Sumarsono MDM yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Jhon Palandung MSi saat membuka sosialisasi tersebut mengatakan, beberapa hal yang harus menjadi perhatian bersama dalam mengantisipasi terjadinya banjir dan tanah longsor.

Antara lain kondisi infrastruktur seperti bendungan, talud dan saluran air serta kondisi daerah aliran sungai, logistik pangan dan obat-obatan, penetapan titik-titik rawan longsor, jalur evakuasi dan titik pengungsian serta tentunya kesadaran masyarakat terkait berbagai upaya pencegahan bencana yang dapat dilakukan dan langkah-langkah strategis jika terjadi bencana.

Turut hadir Deputy Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Harmensyah, Direktur Tanggap Darurat Drs Junjungan Tambunan, Direktur Pemulihan dan Peningkatan Fisik Tetty Saragih, Kaban BPBD Ir Noldy Liow. (tim/sulutonline).