Krisnandi Puji Ruang Rapat di Kantor Gubernur

Menpan RB RI Juddy Krisnandi saat rapat CJ Rantung di Kantor Gubernur, yang dijadikan tempat Sosialisasi Kompetensi Inovasi Pelayanan PublikMenpan RB RI Juddy Krisnandi saat rapat CJ Rantung di Kantor Gubernur, yang dijadikan tempat Sosialisasi Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik

Manado-Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) RI Juddy Krisnandi memuji ruang rapat CJ Rantung di Kantor Gubernur, yang dijadikan tempat Sosialisasi Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016 oleh Kemenpan RI, Selasa (01/12/2015).

"Saya lihat fasilitas gedung ini sudah bagus tidak kalah dengan ruang di hotel-hotel berbintang,”puji Menpan RB.

Karena itu Krisnandi mengajak, dengan ruang rapat seperti ini, maka kita tak perlu lagi membuat rapat-rapat di hotel karena selain hanya pemborosan anggaran, kok fasilitas sudah ada harusnya dimanfatkan saja dengan baik, agar anggaran tidak banyak terserap untuk membayar hotel.

Pernyataan Menpan itu terkait dengan materi sosialisasi yang disampaikan yaitu revolusi mental. Revolusi mental yang menjadi program Presiden Jokowi mengharuskan kita melakukan perubahan terutama minset berpikir, cara bekerja dan cara berpemerintahan sehingga kedepan kita bisa bersaing secara regional maupun internasional.

“Saya hadir disini untuk memberi pembekalan, agar tata kelola pemerintahan dalam rangka revolusi mental di Sulut bisa berjalan dengan baik.”ingatnya.

Krisnandi menyebutkan, tiga hal terkait dengan revolusi mental, pertama yaitu pelayanan. Kita sebagai ASN saya yakin ketika masuk menjadi pegawai tidak berpikir untuk korupsi, tapi untuk bekerja dengan sepenuh hati pada masyarakat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, selanjutnya ingin menjadi manusia yang jujur dengan mengutamakan kepentingan orang lain serta mampu menjaga aset-aset yang ada, itulah nilai-nilai integritas yang berimplikasi tidak ada penyalahgunaan kewenangan.

Kedua memperkuat etos kerja. Etos kerja menurut Krisnandi walaupun setahun ini pemerintah sudah terus melakukan itu, namun dinilai dinilai belum terlalu baik, masih belum memuaskan sesuai penilaian masyarakat.

“Karena itu harus di perbaiki dengan bekerja untuk mengabdi dan disiplin untuk menjadi individu yang berprestasi. Membangun kreativitas dan gagasan-gagasan baru sehingga membuat masyarakat senang sekaligus tidak ada cemohan-cemohan,”katanya.

Sedangkan nilai ketiga, yaitu membangun kebersamaan dan gotong royong. Ini merupakan falsafah Bhineka Tunggal Ika. agar tujuan program pembangunan daerah dan objek tujuan yang sama.

Oleh karena itu Menpan mengajak mari kita bekerjasama lintas sektoral untuk mencapai tujuan nasional. Revolusi mental ini tidak hanya sekedar memenuhi prosedur pelaporan atau memenuhi penilaian opini BPK, namun lebih dari itu apakah manfaatnya bisa di petanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Karena akuntabilitas publik ujung-ujungnya adalah untuk kesejahteraan rakyat,”tandas Krisnanadi.(tim/sulutonline).