Peringati Hari Bhakti PU, Gubernur Resmikan 9 Pekat Proyek

Gubernur Soni Sumarsono didampingi Kadis PU Ir E Kenap saat menandatangani 9 paket proyek infrastrukur di Kabupaten Kota se-SulutGubernur Soni Sumarsono didampingi Kadis PU Ir E Kenap saat menandatangani 9 paket proyek infrastrukur di Kabupaten Kota se-Sulut

Manado- Gubernur Sulut DR Sonny Sumarsono MDM bertindak sebagai Inspektur Upacara, dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pekerjaan Umum ke-70 tingkat Provinsi Sulut, di halaman kantor, Kamis (03/11/2015).

Dalam kesempatan itu, Sumarsono telah meresmikan 9 paket proyek infrastrukur di Kabupaten Kota se-Sulut yang berasal dari dana APBD Provinsi dan APBN TA 2013 dan 2014 total anggaran sebesar 44, 702, 548, 900.

Selain meresmikan paket proyek, Gubernur yang didampingi Kadis PU Ir Eddy Kenap MSi juga telah menanda tangani berita acara penyerahan bantuan alat berat untuk pengoperasian TPA di dua Kabupaten yaitu 1 unit exavator di Kabupaten Mitra yang di terima langsung Bupati Drs Jemas Sumendap SH, serta satu unit exavator dan buldser untuk pemerintah Bolsel.

Gubernur juga telah menyerahkan SK Kenaikan Pangkat kepada 5 Pegawai Dinas PU, penyerahan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya 10, 20 hingga 30 Tahun kepada 22 Pegawai Dinas PU serta penyerahan hadiah pemenang pertanding Gate Ball.

Gubernur saat membacakan sambutan tertulis Menteri PUPR Basuki Hadi Purnomo mengajak, seluruh jajaran PUPR untuk memikirkan kembali apa yang hendak kita lakukan kedepan dalam membangun infrastrukur ke-PUPR-AN, dengan semangat juang Sapta Taruna.

Menteri juga menyebutkaan Empat agenda pembangunan nasional dan program Nawacita, yaitu sasaran program pembangunan infrastruktur PUPR yang harus dicapai selama periode 2015-2019 antara lain pembangunan 29 bendungan baru untuk mendukung kedaulatan pangan, pembangunan 1000 Km jalan tol dam 2,650 Km jalan arteri baru untuk meningkatkan konektivitas dan mengurangi kesenjangan pertumbuham wilayah, pembangunan infrasrruktur permukiman terutama pemenuhan 100 persen akses minum dam sanitasi dan menghapus permukiman kumuh serta pembangunan perumahan untuk mengejar kebutuhan penghunian rumah 7,6 juta unit. (tim/sulutonline).