Panwas Proses MP Oknum Mertua Calon Walikota

Komisioner Bawaslu Sulut, Johny Suak (Foto Ist)Komisioner Bawaslu Sulut, Johny Suak (Foto Ist)

Suak: Lokasi Pembagian Duit di Paal Dua

Manado
-Langkah sigap dilakukan Panwas Kota Manado dan Bawaslu Sulut. Laporan dugaan Money Politic (MP) yang dilakukan oknum mertua salah satu calon Walikota Manado bersama tim pendukung mereka kini sudah tembus di meja kedua lembaga pengawas Pilkada tersebut.

“Laporannya sudah masuk ke Panwas Kota Manado dan ke Bawaslu Sulut,” kata komisioner Bawaslu Sulut, Johny Suak yang dikonfirmasi, Selasa (07/11/2015) pagi.

Saat ini menurut Suak, pihaknya sementara memproses dan melakukan kajian laporan yang masuk itu. Bahkan Suak sendiri membenarkan, lokasi bagi-bagi duit dilakukan oknum mertua salah satu calon Walikota Manado bersama tim pendukung mereka berlangsung di Paal Dua.

“Setelah melakukan kajian, langkah kami selanjutnya akan memanggil dan melakukan klarifikasi ke oknum yang melakukan tersebut. Intinya semua laporan dugaan Pilkada di Sulut langsung kami proses,” tegas Suak.

Sekadar diketahui, Selasa (08/12/2015) subuh, masyarakat dan aparat pemerintah Kecamatan Paal Dua menangkap tangan oknum mertua salah satu calon Walikota Manado bersama tim pendukung sedang melakukan MP dengan cara membagi-bagikan sembako kepada masyarakat setempat.
Temuan bagi bagi Sembako oleh mertua salah satu calon (Foto Ist)
Sempat terjadi perang mulut antara oknum mertua calon Walikota itu dengan aparat pemerintah kecamatan. Masyarakat Kota Manado yang kini makin cerdas. Tak mau pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun ini tercoreng dengan aksi money politic, Selasa (08/12/2015) dinihari mendapati tim salah satu pasangan calon Walikota sedang jadi ‘Santa Claus’ bagi-bagi sembako.

Tim tersebut yang menurut masyarakat terdapat oknum yang diduga kuat mertua salah satu calon Walikota itu beroperasi di wilayah Paal Dua. Masyarakat yang sadar mereka telah dibodohi langsung melaporkan ke pemerintah kecamatan.

Pemerintah setempat yang turun ke lokasi mendapati sebuah mobil yang didalamnya ditemukan sembako sudah dibungkus plastic yang siap dibagi-bagikan ke masyarakat. Entah mengapa, pemerintah setempat sempat beradu argument dengan oknum yang diduga ayah mantu salah satu calon Walikota tadi. “Sembako-sembako itu langsung diamankan aparat pemerintah kecamatan,” kata warga.

Saat ini masyarakat menunggu sikap tegas Bawaslu Sulut. Yang pasti sebelumnya, Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda telah menginstruksikan, akan menganulir paslon Kepala Daerah terbukti melakukan dugaan politik uang di minggu tenang atau sehari sebelum pencoblosan tanggal 9 Desember 2015.

Ia mengingatkan, kepada para paslon kepala daerah dan wakil kepala daerah di wilayah Sulut bersama masing-masing tim pemenangan untuk tidak melakukan pelanggaran selama masa tenang.

“Sesuai amanat perundang-undangan, mulai Minggu (06/12/2015) pukul 00.00 Wita dinihari semua alat peraga kampanye dibersihkan, termasuk iklan dan berita yang bernuansa iklan ajakan di media masa dan media online. Jika terbukti melanggar, konsekuensinya bisa sampai didiskualifikasi dari calon, bila terbukti,” tegas Malonda. (tim/sulutonline).