GSVL-MOR Minta KPU Bikin Kesepakatan Bersama Pasangan Calon

4 pasangan calon (Foto Ist)4 pasangan calon (Foto Ist)

“Masyarakat Menunggu Ketegasan Gubernur”

Manado-Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado, GS Vicky Lumentut-Mor D Bastiaan (GSVL-MOR), mengaku prihatin dan menyesali keputusan yang diambil Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menunda pelaksanaan Pilwako Manado 9 Desember 2015.

Keprihatinan ini bukan karena mengakomodir kembali pasangan Jimmy Rimba Rogi-Boby Daud, namun karena KPU telah mengambil keputusan sepihak menunda agenda besar ini.

“Kami justru senang ketika Pak Imba-Boby masuk kembali dalam bursa pencalonan, sehingga kami minta KPU supaya mengakomodir mereka di Pilwako Manado 2015 ini. Ini juga demi untuk keamanan dan ketertiban di Manado, dan demi untuk menampung aspirasi rakyat Manado. Maka saya dan Pak Mor mengharapkan supaya keempat pasangan calon, yakni 1, 2, 3, 4 untuk diikutsertakan dalam Pilwako Manado. Jadi kami minta kepada penyelenggaran untuk mengakomodir Imba-Boby sebagai peserta Pilwkao 2015. Kami berharap ini juga diterima agar masyarakat Manado menerima keputusan yang diambil oleh KPU,” ungkap GSVL didampingi Mor saat konferensi pers di kediaman Mor, di Kelurahan Paniki Kecamatan Mapanget, Kamis (10/12/2015) sore.
GSVL-Mor saat didampingi Ketua Tim Pemenangan Marthen Manoppo saat memberikan keterangan Pers
Namun yang disayangkan, KPU tidak melibatkan para kandidat dalam memutuskan penundaan ini, sehingga kasus ini bisa disebut kejadian luar biasa. “Kami ingin menjelaskan kepada masyarakat, kami merasa prihatin dan menyesal dengan kondisi yang terjadi dengan Pilkada 9 Desember, oleh karena ada peristiwa besar yang hanya dilakukan sepihak oleh penyelenggaran pilkada tanpa melibatkan kami yang sebetulnya jadi fokus dalam pelaksanaan pilkada ini. Kami semua sebagai paslon yang tidak diberikan informasi terjadinya penundaan, kami hanya menerima itu melalui sosial media terjadi penundaan. Alasannya juga kami tidak terima, mengapa terjadi penundaan. Sampai saat ini tidak ada pemberitahuan dari KPU,” tukas GSVL.

Saat Selasa (8/12/2015) malam sampai Rabu (9/12/2015) dini hari, ketika mendengar keputusan dari KPU yang menunda Pilwako Manado, pendukung GSVL-MOR pun langsung bereaksi.

“Saya dan Pak Mor menerima desakan dari pendukung dan tim kami, tengah malam sampai subuh hanya untuk mempertanyakan alasan penundaan itu. Kami sama sekali tidak ingin mengganggu tahapan yang sudah berlangsung, meskipun saat itu hanya memilih Gubernur dan Wagub. Saya dan Pak Mor minta kepada Timkada dan pendukung supaya mematuhi peraturan yang berlaku. Kalau memang itu sudah resmi disampaikan ditunda, meskipun tidak ada pernyataan tertulis kepada kami, kita hormati agar tidak mengganggu program yang direncanakan 9 Desember itu. Namun itu sudah berlalu, namun kami bersyukur meskipun dalam keprihatinan pesta demokrasi memilih Gubernur dan Wagub sudah berjalan,” ungkap GSVL.

Kini yang diharapkan GSVL-MOR adalah niat baik dari KPU Manado untuk mengundang dan memfasilitasi pertemuan semua kandidat, untuk membicarakan persoalan yang sangat serius ini, dan kemudian bikin kesepakatan bersama.

“Panggil kami para peserta pilkada, jangan didiamkan. Karena sampai saat ini saya belum pernah mendapatkan undangan dari KPU untuk menjelaskan alasan penundaan Pilwako Manado ini. Undang kami semua para calon untuk bicara, dan kita buat kesepakatan bersama supaya dengan keputusan bersama empat pasangan calon ini yang akan menjadi dasar pelaksanaan pilkada. Karena kita melaksanakan pilkada ini kan untuk kepentingan rakyat banyak, bukan kepentingan sekelompok orang. Dan kalau masyarakat sudah bersepakat melalui kami peserta pilkada, maka kesepakatan itu yang menjadi pijakan pesta demokrasi kita di Manado,” tandas GSVL.
Suasana jumpa pers-GSVL-MOR
“Terus terang kami sekarang diperhadapkan dengan desakan pendukung, termasuk tim sukses dan perwakilan masyarakat yang meminta kepastian kapan digelar Pilkada Manado. Jadi kami berharap penundaan ini tidak berlarut-larut nanti akan berdampak tidak baik, apalagi akan menyambut perayaan Natal umat nasrani di Sulut,” ujar GSVL.

GSVL-MOR meminta penjabat gubernur harus memberikan kepastiaan tanggal berapa digelar Pilkada Manado agar masyarakat tidak bingung dan terombang ambing menunggu kepastian.

“Kami menghormati keputusan disampaikan Penjabat Gubernur Sulut. Dan saya pribadi yakin, penjabat gubernur itu juga menginginkan Pilkada di Sulut, termasuk Manado berjalan sukses, aman dan damai. Karena itu tugas utama beliau jadi penjabat Gubernur Sulut, perpanjangan tangan dari Mendagri,’’ kata GSVL.

Untuk itu demi keamanan dan kenyamanan Kota Manado, GSVL mengibau kepada pendukungnya saat ini menghormati apa yang disampaikan Sumarsono. “Tetap tenang. Jangan bikin kegaduhan politik sambil menunggu keputusan Gubernur. Tapi kami harap jangan sampai berlarut-larut ambil keputusan,” pungkas GSVL.(tim/sulutonline).