Jangan “Pasung” Hak Rakyat, Tumbelaka: Pilwako Harus Dilaksanakan!

Tuafik Tumbelaka (Foto Ist)Tuafik Tumbelaka (Foto Ist)

Manado-Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut, Taufik Tumbelaka, dalam bincang-bincang dengan wartawan, Senin (14/12/2015) menyebutkan kasus yang terjadi di Manado merupakan kejadian luar biasa sehingga Pilkada Manado harus mendapat perlakuan khusus.

“Namanya Pilkada Manado masuk paket Pilkada serentak tahap I, dimana KPU RI memutuskan digelar Desember 2015 ini, ya harus digelar tahun ini, jangan ditunda hingga 2017,” ingat Tumbelaka.

Dikatakan mantan aktivis Universitas Gaja Mada (UGM) Jogyakarta ini, jikapun persidangan di PT TUN nanti mendapatkan hasil akhir Desember ini, maka skenarionya tetap dilakukan pascaputusan tersebut. “Entah itu dilakukan Januari 2016, tidak masalah. Kalau ada yang mempermasalahkan itu sudah masuk Tahun Anggaran baru dalam pemerintahan dan tidak bisa lagi menggunakan anggaran daerah melalui APBD, maka cara yang dilakukan adalah menggunakan dana pusat melalui APBN,” tandas Tumbelaka.

Itulah kenapa tegas Tumbelaka, Pilkada Manado harus mendapat perlakuan khusus. “Harus dong, sebab yang menjadi persoalan konflik Pilkada Manado ini bukan karena ulah kandidat, tetapi karena pengelenggarannya yakni KPU yang amburadul. Kalau saya lihat, para pasangan calon setuju dan siap-siap saja jika dilakukan Desember 2015 ini. Namun sekali lagi, kekacauan pilkada di Manado ini karena KPU-nya, jadi tak ada alasan penundaan Pilwako ini. Dan yang perlu diingat, akibat persoalan ini maka rakyat yang dirugikan, belum lagi uang rakyat yang tidak sedikit yang telah dipakai untuk proses Pilkada ini,” tegas Tumbelaka.

Dikatakannya, dinamika politik di Pilkada Manado yang tak jelas waktu pelaksanaannya telah memasung hak politik warga Manado khususnya pemilih. "Ini jelas memprihatinkan dan tentunya yang paling rugi adalah rakyat karena hak politiknya terpasung. Untuk Pilkada Manado, guna mengembalikan hak politik rakyat maka seharusnya mendapat perlakuan khusus, dalam arti harus dilaksanakan secepatnya dan tidak perlu menunggu Pilkada serentak 2017," tandas putra Gubernur Sulut pertama FS Broer Tumbelaka ini.

Sesuai rencana, Pilwako Manado akan digelar Senin (21/12/2015) pekan depan sesuai janji Ketua KPU Sulut Yessy Momongan dan Gubernur Sulut DR Soni Sumarsono.

Disatu sisi, Selasa (15/12/2015), Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Makassar baru akan memutuskan apakah mengabulkan gugatan yang dilayangkan kubu Jimmy Rimba Rogi-Boby Daud (Imba-Boby) sebagai penggugat. Atau justru memenangkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado sebagai tergugat. Kalau kubu Imba-Boby menang, maka sesuai janji KPU maka KPU tidak akan melayangkan kasasi. (tim/sulutonline).