Gubernur: Pilwako Manado 21 Desember 2015

DR Soni Sumarsono (Foto Dok)DR Soni Sumarsono (Foto Dok)

Manado- Gubernur Sulut DR Soni Sumarsono kembali angkat bicara terkait hiruk-pikuk Pilwako Manado. Ditemui disela-sela acara Pelantikan Penjabat Bupati Minsel dan Bolsel di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado, Rabu (16/12/2015), Dirjen Otda Kemendagri tersebut menegaskan, Pilwako Manado pada tanggal 21 Desember 2015.

Ditekankannya, sikap Gubernur, Forkompimda, KPU, Bawaslu, satu bahasa yang sama bahwa Pilwako Manado dilaksanakan 21 Desember.”Dan saya sudah sampaikan ke pusat, baik KPU, Bawaslu, Mendagri dan Polri serta instansi terkait sehingga Natalan tidak terganggu. Saya tidak mau Natalan ada nuansa politik, supaya orang ibadah dengan baik,”ingat Sumarsono.

Saat ditanya molornya pembacaan keputusan PTUN Makassar, menurut Gubernur seharusnya sudah dilaksanakan pada Senin (14/12/2015) lalu.

”Lah inilah yang namanya “mencla-mencle” istilah maju mundur, bagaimana ini ? Tapi, bagi saya makin cepat makin baik. Dan andaikata keputusannya nanti Imba diikutksertakan malah makin baik. Buat saya itu tenang. Jika tidak, kita pasti punya keperjaan tambahan, kalau masuk sukur kalau tidak itu keputusan pengadilan bukan keputusan kita. Tapi sebagai gubernur saya berharap tanggal 21 Desember bisa dilaksanakan,”kata gubernur.

Sumarsono kemudian berharap agar KPU tidak Kasasi, sebab kalau kasasi problemnya tahun 2016 dan itu melanggar UU dan kalau 2017 lebih tidak masuk akal.”Walikota ROR (Penjabwat Walikota Manado, red) kan gitu,”seloroh gubernur seraya menyebutkan, dirinya percaya dan setiap hari berkoordinasi agar Pilwako tetap tanggal 21 Desember.

Namun intinya tegas Gubernur, dirinya sudah berjuang agar Pilwako dipercepat tanggal 21 Desember bisa dilaksanakan agar Natalan bisa lebih tenang.

Terkait adanya rencana aksi demo damai secara besar-besaran oleh masyarakat, menurut Gubernur, itu adalah hak demokrasi.”Soal adanya rencana unjuk rasa, silahkan sebagai bagian dari demokrasi, asal jangan anarkis sebab kalu anarkis itu bagian aparat kepolisian, sebab perintah Kapolda tembak ditempat,”ingat Gubernur.(tim/sulutonline).