HJP-ToRa Tak Hadir, GSVL Kuliahi JA Dalam Dialog Periwisata

GSVL saat menjelaskan konsep Pariwisata Kota Manado dalam dialog terbuka Perspektif Bisnis yanag diselenggarakan KompasTVGSVL saat menjelaskan konsep Pariwisata Kota Manado dalam dialog terbuka Perspektif Bisnis yanag diselenggarakan KompasTV

Manado-Tampil memukai dalam Dialog Interaktif dengan tema ‘pariwisata Manado perpaduan tradisional dan modern’ menjadi tolak ukur pemerintahan DR GS Vicky Lumentut dan Mor D Bastiaan (GSVL-MOR) ketika dipercayakan masyarakat menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado periode 2015-2020.

GSVL sebagai salah satu narasumber ketika diundang Kompas TV/Pacific TV dalam Dialog tesebut, Kamis (17/12/2015) sore memaparkan secara komprehensif pengalaman dan konsep parisiwata yang dilakukan di Kota Manado.

Dialog ini sebetulnya menghadirkan para Calon Wali Kota Manado, namun hanya GSVL yang hadir. Sementara Calon Wali Kota Harley Mangindaan hanya mewakilkan Wakilnya Jemmy Asiku (JA). Sementara itu, pasangan Hanny Joost Pajouw-Tony Rawung tak ada satupun perwakilan. Dialog ini sengaja mengangkat tema pariwisata, sehingga menghadirkan praktisi pariwisata yang juga Rektor STIEPAR Manado Dr Drevy Malalantang SSi SE MPd sebagai narasumber pembanding.

Ketika moderator memberikan pertanyaan kepada GSVL tentang konsep pariwisata yang akan dijalankannya kedepan, Wali Kota Manado 2010-2015 ini pun menjelaskan dengan gamblang sehingga JA yang duduk di samping GSVL terlihat serius mendengarkan pemaparan GSVL.

”Kita tahu bersama bahwa, Bunaken adalah ikon Manado dari dulu sampai sekarang. Namun harus diakui pengelolaan Bunaken tidak berjalan dengan baik, sehingga harus diakui juga mulai kalah dengan obyek wisata daerah lainnya di Indonesia. Padahal Bunaken sudah dari dulu dikenal dunia karena keindahan bawah lautnya,” ucap GSVL.

Kendalanya adalah, kewenangan Pemkot Manado untuk mengelolah taman laut Bunaken terbatas karena ada Dewan Pengelola Taman Nasional Bunaken (DPTNB).

”Selama saya menjadi Wali Kota Manado, kewenangan kami terbatas untuk mengelola obyek wisata itu. Kenapa? Karena ada lembaga lain yang mengelolannya yakni DPTNB. Jangankan mengelola obyek wisata itu lebih baik, pemerintah saja mau bangun Puskesmas di sana (Bunaken, red) harus melalui proses yang cukup panjang. Karena itu, kedepan kami berharap supaya Bunaken jadi lebih baik maka harus dikelola Pemkot Manado,” ujar GSVL.

Kemudian GSVL pun menjelaskan soal obyek pariwisata baru apa yang menjadi konsepnya kedepan. ”Kita akan mengembangkan obyek wisata dirgantara. Di gunung Tumpa sana ada sebuah obyek wisata baru yang telah dirintis belum lama ini ketika saya masih Wali Kota. Wisata paraglaiding atau paralayang ada di sana, indah sekali pemandanganya karena perpaduang alam pegunungan dan laut, ditambah indahnya pemandangan dari atas ketika kita bisa melihat dengan jelas pulau-pulau di teluk Manado. Dan wisata dirgantara ini sudah kita ujicoba belum lama ini dengan hajatan lomba paralayang,” terang GSVL yang lagi-lagi bikin Asiku tercengang.

GSVL juga memaparkan tentang perpaduan pariwisata dengan olahraga di darat juga akan dikembangkan, antara lain olahraga yang sempat poluler di Manado yakni pacuan kuda.

”Kita kembangkan olahraga pacuan kuda. Di Paniki sana kita kenal ada blue karpet. Nah itu baru awal pengembangan, karena di pinggir blue karpet itu kita telah rencanakan membangun lintasan pacuan kuda yang sudah dimulai dasri jamannya Walikota Pak Imba. Itu yang sementara kita tingkatkan, karena harus dimulai dari infrastrukturnya dulu,” kata GSVL yang lagi-lagi bikin JA dan semua yang hadir dalam ruangan dialog terpukau.

Selain itu, masih banyak lagi hal yang diungkapkan GSVL pada kesempatan itu, termasuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diutarakan narasumber bahkan audiens. Antara lain pengembangan wisata kuliner dan lain sebagainya, yang semuanya tertuang dalam visi dan misi GSVL-MOR menjadikan Manado Kota Cerdas. “CERDAS itu ada kepanjangannya, dan konsep pariwisata kami masuk di E yakni Ekowisata,” tandas pemimpin visioner ini. (tim/sulutonline)