Sambutan Gubernur Pada Natal 25 Desember 2015 dan Tahun Baru 1 Januari 2016

Gubernur Sulut DR Soni SumarsonoGubernur Sulut DR Soni Sumarsono


Shaloom, salam sejahtera bagi kita sekalian

Yth :
- Masyarakat Sulawesi Utara dari Miangas sampai Pinogaluman;
- Saudara-saudara umat Kristiani yang berbahagia;

Hari ini, dengan penuh sukacita iman saya mengajak kita sekalian untuk memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan yang maha kuasa, karena atas rahmat dan karuniaNYA, besok tanggal 25 desember 2015 segenap umat Kristiani di seluruh pelosok bumi, termasuk yang ada di provinsi Sulawesi Utara, akan merayakan hari kelahiran sang juruselamat dunia yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Ditengah-tengah sukacita Natal ini, perkenankan saya atas nama pemerintah provinsi Sulawesi Utara, serta atas nama pribadi dan keluarga, menyampaikan selamat merayakan Hari Natal 25 Desember 2015 kepada segenap umat Kristiani di provinsi Sulawesi Utara dan selamat menyongsong Tahun Baru 1 Januari 2016 kepada kita sekalian.

Semoga perayaan Natal tahun ini akan membawa kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan bagi segenap umat Kristiani yang merayakannya, sekaligus dapat memberikan semangat dan harapan baru, untuk membangun hari esok yang lebih baik bagi kita, bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara, serta untuk membangun daerah dan bangsa tercinta di tahun yang baru..., tahun 2016.

Umat Kristiani yang berbahagia.
Perayaan Natal merupakan salah satu bentuk pengakuan iman umat Kristiani kepada Allah yang telah mengaruniakan anaknya yang tunggal, Tuhan Yesus Kristus sebagai juru selamat manusia. Ia datang ke dalam dunia untuk membawa Shaloom bagi seluruh umat manusia. Kedatangan-nya mendamaikan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan sesamanya. Ia telah merobohkan tembok pemisah dan membangun persekutuan baru, yang kokoh dan tangguh, yang bersumber dan berakar di dalam diri-NYA.

Merayakan Natal bukanlah hanya sekedar kebiasaan atau tradisi semata, melainkan harus benar-benar murni pengakuan iman atas kelahiran Yesus Kristus sang putera Natal, penebus dosa umat manusia. Sehingga Natal akan membawa makna bagi diri kita, keluarga, umat Kristiani dan masyarakat.

Disisi yang lain, perayaan Natal merupakan bentuk aktualisasi iman dan kasih kepada Tuhan dan sesama, melalui berbagai tugas pelayanan dan pengabdian sesuai karunia dan talenta yang kita miliki, agar kita saling melengkapi, menciptakan keharmonisan, saling memaafkan, membina kerukunan dan kedamaian.

Dalam semangat pesan Natal ini, saya mengajak kita semua untuk hidup kudus, penuh pengharapan, senantiasa berpikir cemerlang dan bekerja keras mengupayakan alam ciptaannya menjadi berkat bagi sesama manusia, serta bergandengan tangan, meneladani falsafah hidup sebagai pekerja-pekerja keras, yang mau menabur, mau berkorban penuh kesabaran, dan senantiasa termotivasi untuk meningkatkan profesionalitas, kompetensi dan etos kerja, demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Umat Kristiani yang berbahagia.
Suasana Natal, sebagaimana yang dirasakan oleh umat Kristiani saat ini, adalah suasana damai dan penuh kerukunan. Sesungguhnya pula, menjadi cita-cita kita semua untuk menciptakan suatu tata dunia yang damai, adil dan harmonis. Dunia yang bebas dari konflik, kekerasan, penindasan dan peperangan. Dalam suasana seperti itu, umat manusia hidup dengan penuh persaudaraan, saling mencintai dan bersama-sama berbuat kebajikan, demi kebahagiaan umat manusia. inilah cita-cita kemanusiaan yang hakiki, yang harus dihadirkan dalam merayakan natal Yesus Kristus.

Selanjutnya, dengan dinafasi oleh semangat Natal, saya mengajak seluruh umat Kristiani untuk melakukan hal-hal bermakna, yaitu:

Pertama, melibatkan diri secara proaktif dalam berbagai upaya untuk membangun masyarakat yang damai, memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan umum, dalam rangkamewujudkan Sulawesi Utara yang semakin terdepan dalam pembangunan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat.

Disamping itu pula, ikut mengambil bagian secara sungguh-sungguh dalam usaha-usaha menciptakan persaudaraan sejati di antara anak-anak bangsa dengan membangun kehidupan bersama di komunitas masing-masing, serta peka dan tetap berusaha ramah terhadap lingkungan, agar terhindar dari berbagai bencana.

Kedua, merayakan Natal dengan penuh kesederhanaan. hindari dan jauhkan perilaku-perilaku konsumtif dan pemborosan yang hanya akan membuat bangunan ekonomi kita rapuh. Yang terpenting adalah pemberian diri kita, untuk semakin dekat dengan sang putra Natal sebagai pemberi hidup bagi manusia, melalui perubahan dan pembaharuan pola hidup ke arah yang lebih baik.

Ketiga, kepada para tokoh-tokoh agama dan umat Kristiani, agar dapat menjadi pelopor pemersatu bangsa, serta menjadi mitra pemerintah dalam mensolusikan berbagai permasalahan, termasuk didalamnya mendukung lewat doa dan partisipasi aktif berbagai kebijakan dan program pemerintah, demi pemantapan eksistensi Sulut yang kini telah siap sebagai pintu gerbang Indonesia ke Asia Timur dan Pasifik.

Akhirnya, saya mengharapkan kepada umat Kristiani agar dapat merefleksikan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, menjadi garam dan terang dunia, senantiasa membawa damai sejahtera, serta mampu membangun semangat kebersamaan dan toleransi di antara pemeluk agama yang berbeda.

Umat Kristiani yang berbahagia.

Demikianlah sambutan saya, kiranya Tuhan yang maha kasih senantiasa menganugerahkan damai sejahtera dan menerangi langkah kita untuk membangun daerah dan bangsa tercinta.

Selamat Hari Natal 25 Desember 2015 dan
selamat menyongsong Tahun Baru 1 Januari 2016, Terima Kasih – Tuhan Memberkati – Shaloom.

Pj. Gubernur Sulawesi Utara
DR Soni Sumarsono, MDM.