Ketua IJTI Sulut Ingatkan Wartawan Jangan Ikut Provokasi Warga Terkait Issu Bom

Amanda Komaling (Foto Ist)Amanda Komaling (Foto Ist)

Manado-Informasi yang menghebohkan warga Manado, Sabtu (16/1/2016) pagi terkait adanya temuan bungkusan yang diduga bom di seputaran Komo Dalam, jalan WR Supratman, memunculkan berbagai tanggapan.

Apalagi, Kapolda Sulut langsung turun mengecek kebenaran adanya issu Bom di lokasi.

Menanggapi pemberitaan yang simpang-siur terkait lokasi dan mengantisipasi jangan sampai wartawan salah menyampaikan pemberitaan ke publik, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulut, Amanda Komaling angkat bicara.

Amanda mengingatkan agar wartawan tidak ikut membuat panik masyarakat dan menjadi agen ‘provokator’ ditengah masyarakat.”Teman-teman jurnalis yang bekerja harap menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik (baca, KEJ pasal 2). Diharapkan tidak memperkeruh suasana dan membuat kepanikan demi mengejar kepentingan sesaat. Profesi jurnalis adalah profesi yang mulia. Salam jurnalisme positif,” kata Amanda.

Tidak hanya itu, Amanda yang juga wartawan Metro TV itu menyebutkan pentingnya wartawan melakukan verifikasi informasi sehingga dapat meminimalisir adanya beragam kekeliruan menyajikan berita kepada masyarakat.

”Perlunya wartawan melakukan verifikasi informasi secara benar, ada beredar informasi beragam soal lokasi kejadian barang yang diduga bom ditemukan pagi ini di Manado. Ada yang menyebut lokasi, dan ada yang menyebutkan nama jalan, mestinya cukup kita memberitakan nama jalan saja, apalagi yang perlu dihindari adalah wartawan yang tidak ada dilokasi kejadian namun memberitakan hal ini,”ingat Amanda.

Wartawan senior ini juga mengingatkan berulang-ulang soal peran penting media untuk mengedukasi masyarakat agar menegaskan eksistensi dan fungsinya dengan baik terhadap masyarakat.

”Fungsi edukasi jurnalis itu penting dikedepankan, mari jangan kita wartawan yang memprovokasi masyarakat atau membuat masyarakat menjadi ketakutan karena isu teror ini. Perlu kita saling mengingatkan sekali lagi verifikasi, dan verifikasi informasi itu sangat penting untuk menghindari kesalahan memuat berita,”ingatnya. (tim/sulutonline).