Sumarsono: Mokodongan Layak Dipertahankan Sebagai Sekdaprov

Penjabat Gubernur Sulut DR Soni Sumarsono dan Sekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan (Foto Ist)Penjabat Gubernur Sulut DR Soni Sumarsono dan Sekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan (Foto Ist)

Manado-Menyusul issu bakal digantinya Sekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan, terus menjadi pembicaraan khalayak ramai, terutama dilingkungan birokrat Pemprov Sulut. Menanggapi masalah ini, Penjabat Gubernur Sulut DR Soni Sumarsono MDM, angkat bicara.

Kepada sejumlah wartawan, Sumarsono menyebutkan, secara pribadi dirinya menilai kapasitas Ir SR Mokodongan masih layak dipertahankan. “Jika dilihat dari track record, kapasitas pak Mokodongan, sangat layak dipertahakan, baik dari segi kualitas dan professionalisme. Apalagi pak Mokodongan merupakan satu-satunya birokrat eselon 1 di Sulut. Intinya pantas dipertahakan,”katanya, Kamis (04/02/2016) siang.

Diketahui, issu ini merebak menyusul jabatan Sumarsono yang tinggal menghitung hari dan akan digantikan dengan gubernur definitive pada 12 Februari 2016 mendatang.

Sebelumnya, issu ini kemudian menyasar akademisi untuk bicara. Maikel Mamentu yang juga merupakan Dosen di Fakultas Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, mengamati rekam jejak Mokodongan saat menjabat Sekpdarov hingga saat ini, terbilang baik-baik saja.”Sebaiknya (Mokodongan, red) tetap dipertahankan sebagai Sekdaprov,”tegasnya.

Alasannya Mamentu, Mokodongan yang merupakan putra asli Totabuan Raya itu masih sangat layak untuk menempati kursi orang nomor 3 di Pemprov Sulut, dengan melihat kinerja Mokodongan selama mendampingi Mantan Gubernur Sulut DR Sinyo Hari Sarundajang (SHS) dan Wagub Djouhari Kansil maupun Penjabat Gubernur Soni Sumarsono.

"Sekdaprov itu kan bukan Jabatan Politik. Dia (Mokodongan, red) merupakan Jabatan tertinggi di Birokrat, sudah tentu membutuhkan sosok yang dari sisi kapasitas, pengalaman dan profesionalismenya terbilang baik. Nah, Mokodongan masuk di sisi itu semua, jadi menurut saya, Mokodongan masih layak untuk dipertahankan sebagai Sekdaprov Sulut di Pemerintahan yang baru nantinya," terang Mantan Aktivisi Mahasiswa ini.

Hal senada juga diungkapkan pengamat politik dan pemerintahan Taufik Tumbelaka. Jebolan Universitas Gajah Mada Jogjakarta itu memberikan pertimbangan, jika nantinya pemerintahan yang baru melakukan pergantian posisi Sekdaprov, maka Mokodongan sebaiknya berkiprah di tingkat pusat. “Alangkah baiknya jika Mokodongan ke pusat, harus mendapat jabatan strategis sebagai Eselon Satu, setara dengan Dirjen, atau dengan kata lain, mendapat promosi di pusat. Jika tidak, lebih baik pak Mokodongan tetap sebagai Sekdaprov di era pemerintahan yang baru, karena dia (Mokodongan,red) merupakan asset Sulawesi Utara,”terang Tumbelaka kepada wartawan. (tim/sulutonline).