Canangkan PIN Sulut, Gubernur: Jangan Abaikan Imunisasi

Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE bersama Ketua TP PKK Sulut ibu Ritha Tamuntuan Dondokambey saat meneteskan vaksin PolioGubernur Sulut Olly Dondokambey SE bersama Ketua TP PKK Sulut ibu Ritha Tamuntuan Dondokambey saat meneteskan vaksin Polio

Manado-Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE bersama Ketua TP PKK Sulut ibu Ritha Tamuntuan Dondokambey, Wagub Sulut Drs Steven Kandouw dan Wakil Ketua TP PKK Sulut ibu dr Kartika Devi Tanos Kandou melakukan pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tingkat Provinsi Sulut yang dipusatkan di Kecamatan Tikala Manado, Selasa (08/03/2016).

Pencanangan PIN tingkat Sulut itu, ditandai dengan meneteskan vaksin polio kepada para anak-anak balita di Kelurahan Tikala Baru.

Gubernur dalam sambutannya mengingatkan masyarakat Sulut jangan sampai mengabaikan imunisasi polio terhadap anak-anak balita. Diketahui, PIN Polio dilaksanakan serentak dari 8-15 Maret 2016 di seluruh tanah air kecuali Provinsi DI Yogyakarta dengan sasaran kegiatan PIN anak usia 0-59 bulan.

"Kami selalu bertekad menjaga ketahanan generasi muda kita dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujar orang nomor satu di Sulut itu.
Wagub Sulut Drs Steven Kandouw dan Wakil Ketua TP PKK Sulut ibu dr Kartika Devi Tanos Kandou saat meneteskan Vaksin Polio
PIN polio yang dilaksanakan serentak akan berlangsung hingga15 Maret 2016 mendatang di seluruh tanah air dengan sasaran anak usia 0-59 bulan merupakan kelompok yang paling rentan tertular penyakit polio.

Kegiatan ini menurut Gubernur penting dilalukan sebagai upaya mitigasi memberikan perlindungan optimal dari penyakit polio di daerah ini.”Hal yang tak kalah penting adalah mempertahankan cakupan imumisasi rutin dengan target cakupan imunisasi polio di atas 95 persen,”jelas Gubernur.

Sebab program imunisasi merupakan salah satu progam kesehatan yang paling efektif dalam pembangunan kesehatan, utamamya dalam pengendalian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi atau PD3I yang mencakup sasaran 5 juta orang di seluruh Indonesia, kata Domdokambey, sembari menambahkan program ini perlu dukungan para pakar dari berbagai disiplin ilmu, termasuk para dokter spesialis, ahli kesehatan masyarakat dan ahli hukum serta wakil-wakil dari jajaran lintas sektor serta organisasi profesi bidang kesejatan.(tim/sulutonline).

,