ODSK Support Pasukan Brimob Polda Sulut Buruh Teroris Santoso

ODSK memberikan dukungan penuh pada pasukan Sat Brimob Polda Sulut untuk memburu teroris Santoso di Poso.ODSK memberikan dukungan penuh pada pasukan Sat Brimob Polda Sulut untuk memburu teroris Santoso di Poso.

Manado-Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, dan Wagub Drs Steven Kandouw bersama unsur forkopimda Sulut ikut menghadiri pemberangkatan pasukan Sat Brimob Polda Sulut untuk memburu teroris Santoso di Poso.

Kegiatan yang bertajuk “Operasi Tinombala 2016” BKO Polda Sulteng, dilepas Kapolda Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung, di Mako Brimob, Mapanget Manado, Rabu (27/04/2016).
Gubernur Sulut saat memakaikan ransel operasional pada pasukan Sat Brimob Polda Sulut untuk memburu teroris Santoso di Poso
Kapolda mengatakan, merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Polda Sulut khususnya Satuan Brimob, dipercaya bisa mengambil bagian dalam menjalankan tugas negara guna menumpas kelompok teroris melalui "Operasi Tinombala 2016" ini.

Tugas Operasi Tinombala 2016 yang akan dihadapi merupakan salah satu tantangan tugas Polri yang diamanatkan oleh pemerintah RI melalui program ke-11 Quick Wins Renstra Polri 2015-2019 yaitu perburuan dan penangkapan kelompok jaringan teroris Santoso atau yang dikenal Abu Wardha yang di duga bersembunyi di hutan dan pengunungan wilayah hukum Polres Poso Polda Sulteng.

Menurut Kapolda, tugas perburuan gembong teroris ini bukanlah untuk mendiskreditkan suatu kelompok agama atau memperlemah wibawa suatu kelompok agama, karena NKRI adalah negara yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama sebagaimana tercermin dalam UUD 1945.Tugas perburuan gembong teroris ini dilakukan sebagai upaya penegakan hukum NKRI yang telah ternoda dengan adanya aksi-aksi teroris yang telah memakan korban jiwa dan harta benda yang cukup banyak.
Foto bersama usai upacara pemberangkatan pasukan Sat Brimob Polda Sulut untuk memburu teroris Santoso di Poso
"Perlu saya ingatkan, didaerah penugasan nanti saudara akan bersama-sama satuan lain dari unsur TNI. Untuk itu, lakukan koordinasi dengan jalin kerjasama yang baik sebagai bentuk sinergitas antar kesatuan guna kelancaran pelaksanaan tugas, hindari arogansi sesama corps yang kerap menjadi pemicu bentrok antar anggota,”sebut Kapolda sembari menambahkan jangan lupa bahwa musuh yang kita hadapi adalah kelompok teroris yang terlatih dan berpengalaman serta bersenjata yang telah meronrong wibawa bangsa dan negara serta sering membuat resah warga masyarakat, sehingga dalam pelaksanaan tugas nanti perlu adanya soliditas dan kekompakan antar kesatuan baik TNI maupun Polri dalam pelaksanaan operasi.

Untuk itu, Kapolda Sulut selaku pimpinan Polri daerah Sulut menaruh harapan besar kepada pasukan yang tergabung dalam tugas Operasi Tinombala 2016 untuk dapat menjadi personil Polri yang tangguh bermental baja dan berwibawa, namun tetap santun dan humanis dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman terbaik pada masyarakat.

Usai upacara Gubernur didampingi Wagub Sulut serta Ketua Dewan Sulut telah menyerahkan bantuan penunjang operasional kepada seluruh pasukan Brimob yang akan memburu teroris Santoso. (tim/sulutonline).