Mantapkan Program GeBeKa, BLH Sisir Tiga Sungai

Kepala BLH Sulut Drs Roy Mewoh didampingi Drs Roy Mewoh didampangi Kabid PPLH Sonny Runtuwene saat program GeBeKaKepala BLH Sulut Drs Roy Mewoh didampingi Drs Roy Mewoh didampangi Kabid PPLH Sonny Runtuwene saat program GeBeKa

“Lestarikan Lingkungan Hidup Demi Anak Cucu Kita”

Manado-Pemprov Sulut melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sulut terus berupaya menciptakan lingkungan yang bersih bebas dari sampah serta bencana banjir melalui program Gerakan Bersih Kuala (GeBeKa). Alhasil, Kamis (27/04/04/2016) pagi, Pemprov Sulut bekerja sama dengan TNI/Polri dan Laskar Manguni Indonesia (LMI) serta Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS) menggelar kegiatan bersih - bersih kuala, di Tiga sungai di Manado.

Ketiga sungai yang menjadi fokus pembersihan tersebut adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano, sungai Sario, sungai Malalayang.
Gerakan Bersih Kuala 27- 28 April Pemprov Sulut
Gerakan Bersih Kuala (GeBeKa) ini dipimpin langsung Kepala BLH Pemprov Sulut Drs Roy Mewoh didampangi Kepala Bidang Pengendalian dan Pencemaran Lingkungan Hidup,(Kabid PPLH) Sonny Runtuwene.

Sebelumnya Gerakan Bersih Kuala (GBK) telah dicanangkan Pj DR Gubernur Sumarsono pada waktu lalu. Sayangnya, berdasarkan pantauan wartawan kebiasaan buang sampah ke sungai masih marak terjadi.

Di Manado misalnya, dalam beberapa hari terakhir, tumpukan sampah yang terseret arus sungai begitu mudah ditemui. Menyikapi kondisi ini, Mewoh meminta pemerintah Kabupaten Kota untuk mem-follow up program yang bertujuan untuk menjaga lingkungan itu.

"Kan Kabupaten Kota sudah ada Perda. Semestinya aturan tersebut diimplementasikan, bukannya didiamkan,"ingat Mewoh.
TNI ikut sukseskan program GeBeKa di Manado
Ditekankan, Program GeBeKa hendaknya dijadikan motivasi bagi Kabupaten Kota termasuk masyarakat untuk menjaga lingkungan."Dengan program ini, kiranya upaya menjadikan Kuala sebagai garda terdepan akan terwujud," tuturnya sembari menyebutkan, bagaimana mengajak “Mari Jo Ka Manado”, sementara sungai dipenuhi oleh sampah.

Oleh karena itu, sambungnya, perlu ada sinergitas antara Pemprov dan kabupaten kota."Demi terwujudnya lingkungan sungai yang bersih dan sehat,"tegasnya.

Ditambahkan Mewoh, Isu lingkungan hidup menjadi isu global guna menjawab degradasi lingkungan hidup seperti pengendalian pencemaran air, termasuk permasalahan RTH dan sampah. Pengelolaan sampah dengan paradigma baru, antara lain memfasilitasi sampah sejak dari sumber, pilah dan olah, angkut, dimanfaatkan serta diproses agar aman dari lingkungan.”Mari kita lestarikan lingkungan hidup demi kelangsungan hidup anak cucu kita nanti,”imbaunya. (tim/sulutonline).