LPDS Lakukan Lokakarya Wartawan Meliput Perubahan Iklim di Manado

Foto bersama usai lokakarya wartawan meliput perubahan iklim kerjsama Lembaga Pers Dr Soetomo dengan Kedutaan Norwegia di Manado (Foto Ist)Foto bersama usai lokakarya wartawan meliput perubahan iklim kerjsama Lembaga Pers Dr Soetomo dengan Kedutaan Norwegia di Manado (Foto Ist)

Priyambodo Nilai Wartawan Masih Kurang Peduli Issu Lingkungan

Manado-Miris! Ternyata dari 600-an media yang terdaftar di Dewan Pers hanya sekitar 1 persen yang peduli atau mau menulis dan mengangkat issu lingkungan hidup.

“Karena itu, kita mengangkat issu ini karena sebab penting,”terang Direktur Eksekutif LPDS Priyambodo RH di sela-sela pelaksanaan Lokakarya Wartawan Meliput Perubahan Iklim yang digagas Lembaga Pers Dr Soetomo bekerjasama dengan Kedutaan Norwegia di Novotel Manado selama Dua hari, Selasa (26/04/2016) – Rabu (27/04/2016), di Manado.
 Peserta mendapatkan piagam penghargaan dari LPDS
Dalam kesempatan itu, 30 wartawan yang terdiri dari media cetak, online, televisi dan radio mendapatkan materi terkait perubahan iklim serta bagaimana menulis tentang issu lingkungan hidup. Lokakarya ini diperkuat dengan pemateri dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Yulia Suryanti, Martina Langi dari Akademisi Unsrat, serta mentor dari Direktur Eksekutif LPDS Priyambodo RH dan Warif Djajajanto Basuri dan serta Ica Wulandari Dosen di Universitas Paramadina Jakarta, serta dari Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara.

Menariknya, kendati dalam data yang dipublish Kepala Dinas Kehutan Pemprov Sulut Ir Herry Rotinsulu yang diwakili Youla Pelealu, sudah kadaluarsa, namun patut menjadi perhatian serius. Menyusul, kondisi hutan di Sulawesi Utara khususnya sudah mencapai titik kritis. Dari 788 ribu hektar luas kawasan hutan, sebanyak 30 persen kritis.

Pelealu menyebutkan, dari 15 kabupaten kota se Sulut, yang terparah terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondouw. Sebanyak 58.255.99 hektar masuk kategori kritis dan sebanyak 7.873.58 hektar sangat kritis.

Padahal sebut Pelealu, nilai ekologis hutan, satu hektar hutan diperkirakan menghasilkan 600 kilogram oksigen yang mampu dikonsumsi oleh 1500 jiwa penduduk perhari untuk bernafas lega. Satu hektar hutan dapat membuang atau mengurangi 2,5 ton karbondioksida dari atmosfir selama satu tahun. Satu hektar hutan mampu menyimpan atau menyediakan 900M3 air tanah per tahun.(Budi HR).