Gubernur Sambut Baik Pembangunan Transmart Carrefour dan Studio Mini

Gubernur bersama Chaerul Tanjung, Hatta Rajasa dan pemilik AKR Land didampingi Wakapolda Sulut serta Dandim melakukan penekanan tombol tanda dimulainya pembangunanGubernur bersama Chaerul Tanjung, Hatta Rajasa dan pemilik AKR Land didampingi Wakapolda Sulut serta Dandim melakukan penekanan tombol tanda dimulainya pembangunan

Manado-Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE (OD) menyambut baik rencana pembangunan Transmart Studio Mini. Bangunan berlantai 4 yang merupakan kerjasama antara AKR Land Development dan Trans Corp tersebut secara resmi mulai dibangun di kawasan elit Grand Kawanua City Walk Kayuwatu Manado, Sabtu (30/04/2016).

“Atas nama pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, saya mengucapkan terima kasih pada Trans Corp karena mau berinvestasi di Sulut, banyak hal baik dari sisi perekonomian di Sulut. Kedepan, kami akan memperbaiki regulasi terkait Upah Minimum Provinsi (UMP) yang terlalu tinggi saat ini. Tentunya ada aturan main, misalnya penerapannya nanti secara proporsional. Sekali lagi, selamat kepada PT Trans Corp dan AKR Land Development,”ujar Gubernur saat memberikan sambutan dalam cara Ground Breaking Transmart Studio Mini di Grand Kawanua City Walk, yang ikut dihadiri pemilik PT Trans Corp Goup Chaerul Tanjung serta mantan petinggi Negara Hatta Rajasa.
Foto bersama usai Groud Breaking Transmart Studio Mini di kawasan Grand Kawanua City Walk
Groundbreaking ini kemudian ditindaklanjuti dengan penekanan tombol sirene tanda dimulainya pembangunan.

Sementara itu, Chaerul Tanjung yang diwakili Syafi Samsuddin Presdir CO PT Trans Retail Indonesia dalam pernyataan persnya menyatakan, rencana pembangunan Transmart dan Studio Mini tersebut memaki konsep Tri In One. Dimana didalamnya akan dibangun Carrefour, Resto dan Studio Mini.

“Kami memiliki lokasi ini karena investasi masa depanya sangat baik. Nilai investasinya Rp 200 miliar. Direncanakan, bangunan berlantai 4 ini selesai pada Februari 2017 mendatang,”kata Samsuddin.

Menurut Samsuddin, pihaknya akan memakai tenaga kerja sampai 90 persen tenaga lokal dari total 800 tenaga kerja yang dibutuhkan. Dimana mulai saat ini sementara mengadakan perekrutan untuk di training menjadi tenaga ahli dalam bidangnya. (tim/sulutonline).