Olly Dondokambey Lobi Sejumlah Menteri Negera Tunjang Program ODSK

Didampingi Sekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan, Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat berbicara dengan Menteri SusiDidampingi Sekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan, Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat berbicara dengan Menteri Susi

Gubernur dan Sekdaprov Sulut Hadiri Musrembangnas

Manado
-Komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE dan Drs Steven Kandouw dalam memajukan Sulut, tak perlu diragukan lagi. Buktinya, saat mengikuti penutupan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrembang Nas) 2016, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/05/2016), gubernur Olly Dondokambey berhasil menyakinkan sejumlah menteri Negara untuk menunjang program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK).

Diketahui, saat mengikuti Musrembangnas 2016, Gubernur Olly Dondokambey didampingi Sekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan, telah bertemu dengan sejumlah menteri Negara. Mereka diantaranya, Mendagri Tjahjo Kumolo, Mensekab RI Pramono Anum, Menteri PAN RB, Yuddy Chrisnandi, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, MenKumHam RI, Yasonna H Laoly, Menteri Perdagangan RI Thomas Lembong, Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso.
 Gubernur Sulut akrab dengan Mendagri Tjahjo Kumolo
“Fokus pembicaraan gubernur adalah, upaya menggelorakan program dan mengsukseskan kebijakan OD-SK (Operasi Daerah-Tuntaskan Kemiskinan) maupun agenda strategis Pemerintah Provinsi Bumi Nyiur Melambai-Sulut,”ungkap Kabag Humas Setdaprov Sulut Roy Saroinsong SH.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Sofyan Djalil, pada laporan penutupan MusrembangNas 2016, dihadapan Presiden dan Wakil Presiden RI, Para Menteri Kabinet Indonesia Hebat serta turut dihadiri seluruh Gubernur dan Sekprov dan Kepala Bappeda se Indonesia, mengutip arahan Presiden Jokowi terkait penyusunan RKP 2017, yang bertemakan "Memacu Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi untuk meningkatkan kesempatan kerja serta mengurangi Kemiskinan dan Kesenjangan antar Wilayah.

Secara rinci diantaranya menjabarkan bahwa setiap Menteri dan Kepala Lembaga wajib mengendalikan anggaran disetiap K/L serta kebijakan anggaran belanja yang dilakukan tidak berdasar pada Money Follow Fungtion, tetapi Money Follow Program.
Presiden Jokowi saat menyampaikan arahannya
Presiden Joko Widodo ketika memberikan sambutan penutupan MusrembangNas 2016, secara tegas agar setiap Kementerian/Lembaga menghindari duplikasi program semisal pada dana Infrastruktur. Oleh Presiden Jokowi, menyinggung dana dan anggaran di setiap Pemerintah Daerah (Pemda), baik Provinsi dan Kabupaten/Kota, yang mengendap di Bank Pembangunan Daerah(BPD) dengan kisaran sekitar
220 Triliun awal tahun 2016 untuk segera dibelanjakan dan direalisasikan melalui APBD, dengan memperbesar belanja Modal serta efesiensi anggaran

"Saya peringatkan kepada para Gubernur bahkan Bupati Walikota. Agar segera membelanjakannya, utamanya pada investasi yang produktif bukan pada infrastruktur Gedung yang tidak proporsional, Perjalanan Dinas, Kunjungan Kerja, beli Mobil Dinas, Mebeleur. Untuk itu kurangi dan hilangkan kebiasan tersebut, kaitan sisi perencanaan,bukan lagi Money Follow Fungtion, tetapi berorientasi pada Money Follow Program,"tandas Presiden Jokowi.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE duduk sederetan bersama Gubernur DKI Ahok
Lebih jauh, Presiden Jokowi, memintakan agar Pemerintah Provinsi, Kabupaten/ Kota dapat membangun Brand Positioning Focus Daerah, agar semakin dikenal dan memiliki karakteristik tersendiri sebagai contoh: Kota Palembang-Sumsel, sebagai Kota fokus Olahraga dan Iven Keolahragaan. Super fokus konsentrasi semisal Provinsi Papua untuk bangun Stadion Sepak bola dengan Visi ke depan yang super fokus, akan memenangkan kompetisi dunia Persepak Bolaan, juga membangun Pelabuhan Perikanan yang fokus konsentrasi pada satu urusan.

"Bikin suatu kota yang spesifik, misalnya Kota Ambon, Kota Bitung, sebagai kota yang khusus pada industri perikanan, bangun Cool Storage, tata kelola Managemen Perikanan yang terpadu" tutup Jokowi, sebagai mana dikutip Juru Bicara Pemprov Sulut, Roy Saroinsong SH, pada acara Penutupan MusrembangNas.(tim/sulutonline).