Koordinasi Dengan Pemprov, Walikota Matangkan Relokasi Warga Terdampak Bencana

Walikota GSVL saat memberikan keterangan pers terkait rencana relokasi warga terdampak bencana usai mengikuti rapat persiapan ASEAN ACDM dan Bulan Pengurangan Resiko Bencana yang akan dihadiri Presiden JokowiWalikota GSVL saat memberikan keterangan pers terkait rencana relokasi warga terdampak bencana usai mengikuti rapat persiapan ASEAN ACDM dan Bulan Pengurangan Resiko Bencana yang akan dihadiri Presiden Jokowi

GSVL: Saya Sudah Diberi Petunjuk Gubernur Untuk Selesaikan Masalah Lahan

Manado-Komitmen Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut (GSVL) untuk membantu meringankan warga Kota Manado yang terdampak bencana banjir bandang 2014 lalu, patut diberi acungan jempol. Menyusul, Senin (16/05/2015), GSVL terus berkoordinasi dengan Pemprov Sulut, terutama gubernur Sulut Olly Dondokambey SE terkait rencana relokasi warga ke Pandu.

“Tadi saya sudah diberi petunjuk oleh pak Gubernur Sulut Olly Dondokambey, untuk turun lapangan bersama BPBD Sulut mengecek kesiapan lokasi untuk rencana relokasi warga yang terdampak bencana Manado lalu, terutama warga di bantaran sungai DAS Tondano ke desa Pandu,”ungkap GSVL pada wartawan di kantor gubernur usai mengikuti rapat pemantapan pelaksanaan ASEAN Community on Disaster Management (ACDM) dan Bulan Pengurangan Resiko Bencana yang akan digelar pada pertengahan bulan Oktober 2016 mendatang.
Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut turut hadir dalam rapat persiapan ASEAN Community on Disaster Management
Dikatakan GSVL, berdasarkan data BPBD Kota Manado pekan lalu, untuk paket bantuan senilai Rp 213 miliar yang dikucurkan bulan Oktober 2015, untuk sifatnya infrastruktur yang dikontrakan sudah jalan. Tapi untuk bantuan relokasi baru tahap sosialisasi. Sementara mereka yang mau dipindahkan, Oktober harus segera selesai.

“Tadi saya laporkan pada pak gubernur, masalah tanah belum selesai. Dan kalau memang lahan yang menjadi tanggjawab pemprov belum selesai harus segera diselesaikan, karena masalah tanah harus selesai dulu baru dibangun. Jadi progress untuk penerima bantuan blum jalan,”ungkap GSVL seraya menekankan relokasi harus segera selesai bulan Oktober 2016 mendatang karena akan diresmikan oleh Presiden Jokowi, dalam rangka ASEAN Community on Disaster Management (ACDM) dan Bulan Pengurangan Resiko Bencana.

Dilanjutkan GSVL, warga yang mendapatkan bantuan perumahan akan dikerjakan secara perorangan dan bukan dikontrakan. Selain itu, ungkap Walikota yang berpasangan dengan Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE ini, sesuai laporan konsultan managemen, memang masih perlu dirapikan dulu baru dibangun.

“Tahap pertama sebanyak 1000 unit rumah. Selanjutnya 1054 unit akan diteruskan pada tahun 2017 mendatang. Dananya kan sudah ada,”terang GSVL.(tim/sulutonline).