Taekwondo Kembali Bergairah, Hanny Kandouw Optimis Manado Lahirkan Atlit Berprestasi

Foto bersama pengurus Taekwondo periode 2016-2020 diapit dua wartawati Kota ManadoFoto bersama pengurus Taekwondo periode 2016-2020 diapit dua wartawati Kota Manado

Manado-Pecinta dan atlet Cabang Olahraga (Cabor) Taekwondo kini bisa bernafas lega. Pasalnya setelah sekian lama pengurus Manado vakum atau jalan ditempat. Nah, sekarang dengan semangat solidaritas tinggi telah dibentuk kepengurusan periode 2016-2020, Kamis (19/05/2016), beranggotakan 21 orang ini akan mengembangkan cabor Taekwondo.

“Perkembangan cabor ini kalau di Manado sudah banyak diminati, jadi kami perlu pendamping dengan membentuk susunan pengurus agar lebih aktif lagi dibanding tahun-tahun sebelumnya,”jelas Djonjon Mamuli, dalam kapasitas kepengurusan sebagai Sekretaris itu.

Kepada wartawan, Kamis (20/05/2016), mengapa kepengurusan sebelumnya cukup lama vakum? Mamuli mengakui, belum mengetahui pasti kenapa hal itu bisa terjadi.”Kami hingga saat ini masih bertanya-tanya, tapi yang jelas kita pikirkan kedepan kepengurusan yang baru,”ungkapnya.

Dikatakan. dari segi Kejuaraan Nasional (Kejurnas), tak dipungkiri paling banyak diambil atlet dari Manado. “Target 2016 ini masih dalam pembenahan organisasi karena banyak hal perlu dibenahi, paling penting perkembangannya,”kata Mamuli, memulai terjun Taekwondo sejak 1988 lulus SMA, hingga saat ini coach di Mudo Akademi tepatnya di kompleks Mega Mall Manado.

Singkat cerita, Mamuli mengungkapkan prestasi atlet Taekwondo sudah beberapa kali ikut Kejurnas salah satunnya Bali International Open 2012, Kejurnas di Kalimantan Timur dengan mendapat perak dan perunggu dan masih banyak lagi atlet-atlet Manado sukses diajang Nasional maupun Internasional.

Diketahui, atlet Taekwondo Manado sekitar 300 orang dan telah mendapat medali secara keseluruhan 70 orang dan salah satu cabor ini memperoleh emas di Poknas baru-baru ini.

Mamuli menilai, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Manado dan Koni telah menyelamatkan juga perhatian kontingen atlet Sulut. Tapi secara kepemerintahan mereka tidak mau ambil langkah lebih. Berbagai upaya pengurus akan lakukan.”Makanya kenapa kalau dilihat jadi Singel Fighter karena Manado miliki prestasi pasti, tentu berharap dapat terorganisir secara baik dengan pemerintah,”harapnya.

Sementara itu, Hanny Kandouw (HK) sebagai Ketua terpilih dalam Kepengurusan Taekwondo Manado mengatakan cabor tersebut sudah di cintai pada umumnya mulai sejak anak-anak.”Taekwondo, olahraga bela diri paling mudah dipelajari,”katanya.

“Yang nakal menjadi sopan, yang tidak percaya diri jadi percaya diri, mereka akan melihat diatas langit ada langit. Juga merupakan pendidikan mental diluar sekolah sambil belajar bersama dan nantinya jika tekuni akan memiliki jiwa leadership, saya optimis olahraga Taekwondo semakin maju dan atlitnya semakin berprestasi, ”kunci Kandouw. (tim/sulutonline).