Sat Gas GEMPITA Sejalan Program Revolusi Mental Presiden Jokowi

Kode etik Tim Sat Gas GEMPITAKode etik Tim Sat Gas GEMPITA

Sat Gas “GEMPITA” Tidak Sembarang Bergerak, Ada Kode Etiknya.

Manado-Walikota dan Wakil Walikota Dr Ir GS Vicky Lumentut-Mor Dominus Bastiaan SE (GSVL-MOR), akhirnya harus membentuk Sat Gas Satuan Tugas Gerakan Masyarakat Pintar dan Taat Aturan (GEMPITA).Sat Gas ini terdiri dari unsur Inspektorat, BKD, Sat Pol PP Manado, dan Ormas serta Pers. Menyusul, penegakan disiplin bagi Aparat Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Manado.

Pemerintah pusat sendiri melalui program Presiden Jokowi terkait Revolusi Mental dalam giat Nawacita, pentingnya disiplin dan integritas ASN dalam menjalankan tugas sebagai abdi Negara untuk mensejahterakan rakyat.

Pun Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw, sangat serius terkait disiplin dan integritas ASN. Bahkan Pemprov sendiri juga sedang giat-giatnya melakukan Sidak lapangan terkait maraknya ASN bolos di jam kantor.

Pemprov Sulut dalam menerapkan program Revolusi Mental dalam giat Nawacita dari Presiden Jokowi, mengimplementasikannya melalui program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK).

Menariknya, di Pemprov Sulut saat pelaksanaan upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 108 tingkat provinsi Sulut, dimana gubernur Sulut sebagai Inspektur Upacara (Irup), Jumat )20/05/2016) pagi, di halaman kantor gubernur, ternyata sejumlah ASN tertangkap tangan Sat Pol PP dan BKD Sulut, asyik nongkrong di kantin BLH Sulut, yang hanya berjarak sekira 20 meter dari halaman kantor gubernur, saat upacara sedang berlangsung. Belakangan, sejumlah ASN tersebut diketahui merupakan ASN dari Bappeda Sulut.

Sontak saja, Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat mengetahui adanya kejadian tersebut, langsung bereaksi.”Sebagai seorang ASN, dia harus patuh dan taat pada aturan. Dimana aturan tersebut diantaranya adalah disiplin. Jika sudah tidak mau taat aturan, artinya dia sudah tidak mau lagi jadi seorang abdi Negara. Kalau masih ada ASN bersikap seperti itu, lebih baik kerja kebun saja..!,”sergah gubernur Olly Dondokambey kepada sejumlah wartawan usai upacara Harkitnas di halaman kantor gubernur Sulut.

Demikian juga yang terjadir di Pemkot Manado, sepertinya menjadi beban bagi yang tidak terbiasa taat dengan aturan yang seharusnya mereka patuhi, dimana sebagai pelayan masyarakat harus sadar dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing dalam memberikan pelayanan publik.

Berbagai pro dan kontra mencuat khususnya dikalangan ASN jajaran Pemkot Manado, pasca kehadiran Sat Gas Gempita karena dirasa mengganggu kenyamanan bagi ASN yang tidak taat aturan.

Hal tersebut banyak terekspose baik lewat media maupun status-status media sosial (Medsos), bahkan ada aparat yang ada di beberapa kelurahan yang ada di Kota Manado, dengan semangat berapi-api mengatakan bahwa Sat Gas Gempita, saat melakukan sidak tidak tahu aturan.

Hal itu pun ditanggapi bijak oleh Koordinator Tim Sat Gas Gempita, Drs Hans Tinangon. Ditegaskannya, Tim Gempita tidak sembarangan melakukan tugas untuk sidak di seluruh jajaran SKPD hingga ke tingkat Kelurahan. Apalagi bergerak dan melakukan sidak dengan tidak santun, karena Sat Gas Gempita memiliki kode etik dan mangantongi surat tugas resmi dari Walikota Manado.

“ Sat Gas Gempita ada surat tugas resmi dari Pak Walikota Manado dan memiliki kode etik untuk menjalankan tugas melakukan sidak. Kalau ada informasi yang timbul terkait pelaksanaan tugas dari Tim Sat Gas Gempita yang tidak sesuai dengan kode etik, kami langsung lakukan klarifikasi kepada Tim Sat Gas Gempita yang dinilai melanggar kode etik saat bertugas,” tegas Tinangon yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Manado.

Sementara Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL), mengucapkan banyak terima kasih bagi seluruh Tim Sat Gas Gempita yang mau memberi diri, dalam penegakan displin para ASN di jajaran Pemkot Manado.

“ Terimakasih bagi seluruh yang masuk dalam keanggotaan Tim Sat Gas Gempita, yang mau membantu saya dan Pak Wakil Mor Bastian dalam menghadirkan pelayan masyarakat yang punya disiplin,” ujar Walikota GSVL, Jumat (20/05/16).

Lanjut dikatakannya, bahwa dirinya dan Pak Wakil Walikota tidak mungkin menjangkau seluruh aparat yang ada di Kota Manado hingga ke tingkat kelurahan, untuk itu dibentuknya tim Sat Gas Gempita.

“Setiap bulan dalam apel akan diumumkan kepada publik, ASN yang ditemukan tidak disiplin. Karena pelayanan publik terganggu disebabkan ketidakdisiplinan ASN. Kami berharap kedepan ASN jajaran Pemkot Manado, akan semakin cerdas, pintar dan taat aturan yang berlaku. Sehingga pelayanan publik kepada masyarakat, boleh berjalan dengan lancar demi kesejahteraan masyarakat Kota Manado,” pungkas Walikota GSVL. (tim/sulutonline).