Gubernur Prihatin TKI Ilegal Sulut Kerja di Congo

Press Conference Kadisnakertrans terkait TKI Ilegal asal Sulut di CongoPress Conference Kadisnakertrans terkait TKI Ilegal asal Sulut di Congo

Manado-Menyusul adanya tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Sulut yang bekerja di Congo dan telah di deportasi ke tanah air, mendapat perhatian serius dari Pemprov Sulut.

Demikian Gubernur Sulut Olly Domdokambey SE melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulut Marsel Sendoh SH MSi kepada sejumlah awak media liputan Pemprov di kantornya, Jumat (27/05/2016).

“Setelah kami berkordinasi dengan Badan Pelayanan Perlindungan dan Penempatan tenaga kerja Indonesia (BP3TKI) Sulut, dan hearing dengan Komisi IV DPRD Sulut, maka yang perlu kami sampaikan bahwa, TKI asal Sulut yang bekerja di Congo itu adalah murni illegal,”ungkapnya.

Ditekankan, disebut murni ilegal, karena yang pertama tidak ada perusahaan yang menjamin soal pengiriman mereka, kedua tidak ada perjanjian kontrak dengan satu badan atau badan penjamin perusahaan sesuai dengan aturan Uandang-Undang No 39 Tahun 2004 Tentang Penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri. Ketiga, kami tidak pernah mendapat informasi untuk di daftarkan menjadi tenaga kerja Indonesia yang seharusnya setelah di daftar di Kabupaten/Kota harusnya di beritahukan ke provinsi bahwa ada TKI yang akan bekerja/dikirim ke luar negeri. Keempat masalah tersebut nanti kami tahu setelah mereka kembali dan sudah ada masalah.

“Jika terjadi masalah kecelakaan pada mereka maka pemerintah tetap akan memberikan bantuan melalui BP3TKI. Mereka akan menyiapkan dana-dana bantuan termasuk apabila ada yang meninggal dunia, ada dana santunan yang akan diberikan sebagai mana penjelasan yang kami terima dari Kepala BP3TKI Sulut,”ujar mantan Karo Hukum dan HAM Setda Provinsi Sulut ini.

Namun demikian terang Sendoh, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Sulut. Karena masalah tersebut sedang berproses di Polda Sulut,”katanya.

Sendoh juga menyebutkan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan tenaga kerja di Bitung karena pada umumnya mereka itu tinggal di sana. Termasuk mencari tahu keberadaan siapa yang mengirim mereka dan menjadi TKI di Congo.

Bagian lain Sendoh mengatakan, dalam upaya menunjang program ODSK maka Dinasnakertrans telah melakukan berbagai kegiatan seperti Jop Fair baru di Mantos dan memberikan pelatihan-pelatihan tenaga kerja melalui BLK Bitung, serta di beberapa Kabupaten.

“Minggu depan ada program kegiatan dari Kementerian Tenaga kerja yang akan digelar di Sulut terkait dengan pengelolaan akuntansi,”tambahnya. (tim/sulutonline).