Sambangi Kantor BNPB di Jakarta, GSVL Kawal Hak Korban Bencana 2014

Walikota GSVL saat menemui pejabat BNPB di Jakarta (foto Ist)Walikota GSVL saat menemui pejabat BNPB di Jakarta (foto Ist)

BNPB Kaget Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masih Terhambat
Manado-Buntut dugaan adanya perubahan nama-nama penerima bantuan, korban bencana alam Januari 2014 lalu, membuat Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut (GSVL), bereaksi cepat. Alhasil, Senin (30/5/2016) siang, Walikota yang berpasangan dengan Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE ini menyambangi kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta.

Diketahui,bantuan untuk meringankan para korban bencana banjir bandang 15 Januari 2014 lalu tersebut, sempat mandek di masa transisi pemerintahan Manado, 9 Desember 2015 hingga 8 Mei 2016. Padahal, sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah menerima data falid yang disodorkan sejak awal 2015 lalu.

Kini, setelah DR Ir GS Vicky Lumentut (GSVL) terpilih kembali menjadi Walikota Manado periode 2016-2021 bersama Wakil Walikota yang baru Mor Bastiaan SE, dan telah dilantik, maka Walikota GSVL pun kembali mengejar janji pemerintah pusat yang akan membantu Pemkot Manado dalam menangani korban bencana alam tersebut.

Hasilnya, ada dua pejabat penting yang berhasil ditemui Walikota GSVL. Pertama bertemu dengan Kasubdit Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) bagian Sosial, Ali Bernadus. Sebagai kawan, maka GSVL pun tak mengalami hambatan memperoleh informasi terbaru seputar bantuan berupa relokasi dan rehabilitasi rumah warga korban bencana.

Terungkap dari pengakuan Bernadus bahwa pihaknya juga kaget penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga masih terhambat. Dengan panjang lebar dirinya menjelaskan berikut dengan apa yang menjadi kendala, sehingga Bernadus menyarankan agar Walikota GSVL langsung berkonsultasi dengan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE.

“Yang kami tahu Pak Gubernur juga sejalan dengan Pak Walikota dan kita di sini (BNPB, red), bahwa bantuan untuk korban bencana segera diselesaikan. Jadi perlu Pak Walikota langsung ketemu dengan Pak Gubernur, jangan lewat orang lain (pejabat terkait di daerah, red),” ujar Bernadus, seraya menunjukkan sebuah dokumen dan hasil rapat yang dilakukan belum lama ini terkait rekomendasi penyelesaian bantuan untuk korban bencana.

Walikota GSVL menyambut baik usulan tersebut, dan mengatakan kalau pekan ini akan langsung menghadap Gubernur Olly untuk membicarakan masalah ini. “Sepulang dari Jakarta, mungkin besok (hari ini, red), saya akan langsung konsultasi dengan Pak Gubernur, karena masyarakat sudah menunggu,” ujar Walikota cerdas ini.

Seperti diketahui, relokasi untuk korban bencana alam untuk tahap pertama sebanyak 1.000 unit rumah dengan total anggaran Rp213 miliar. Para penerima tahap pertama ini sudah terdata oleh BNPB. Rencananya, Presiden Joko Widodo akan meninjau dan meresmikannya Oktober 2016 mendatang. (tim/sulutonline)