Pemprov Terus Gulirkan Program Revitalisasi Pertanak

Manado-Sejak digulirnya program Revitasisasi Pertanian dan Peternakan (Pertanak) pada Tahun 2006 lalu sampai Tahun 2011 ternyata, dua sektor ini telah memberikan manfaat sangat berarti bagi perekonomian Sulawesi Utara, khususnya bagi kesejahteraan masyarakat tani dan peternak.

Demikian Wakil Gubernur (Wagub) Sulut DR Djouhari Kansil, MPd saat membuka Rakor Pemantapan Program Subsektor Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Tahun 2012. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Huyula Kantor Gubernur Sulut, Rabu (18/01) diikuti seluruh instansi terkait Kabupaten/Kota se- Sulut.

Kansil mengatakan, dari data BPS Sulut untuk tahun 2011 kinerja subsektor ini mampu mewarnai naiknya nilai ekspor non migas Sulut yang mencapai US$ 48,5 Juta atau meningkat 46,36 persen dibanding tahun 2010, dimana peningkatan terbesar terjadi pada komoditi lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 76,13 persen. Untuk daging dan ikan olahan memberi andil besar 7,90 persen kemudian ikan dan udang segar/beku menyumbang 7,24 persen dan ampas/industri makanan sebesar 3,87 persen. Sementara berdasarkan berita resmi Perum Bulog Divre Regional Sulut, maka untuk beras masih tersedia cadangan sebesar 17.778, 98 ton.

“Melihat data tersebut, maka program revitalisasi Pertanian dan Peternakan mutlak untuk terus digulirkan atau dioptimalkan, dengan maksud guna membantu masyarakat keluar dari situasi ketidak berdayaan (Empowerlees) menjadi petani dan peternak yang mandiri dan sejahtera,” ujar wagub.(Tim.sulutonline).

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.