Selasa Depan Deadline Bangunan Liar Boulevard Dua Harus Dibongkar

Perwakilan warga Sindulang saat berdialog dengan Walikota GSVL serta sejumlah pejabat Pemkot Manado (Foto Ist)Perwakilan warga Sindulang saat berdialog dengan Walikota GSVL serta sejumlah pejabat Pemkot Manado (Foto Ist)

Warga Sindulang Bisa Berjualan di Lokasi Dekat Tugu Lilin
Manado-Pemerintah kota Manado, akhirnya mengambil solusi bijak terkait masalah penggusuran sejumlah bangunan liar di sepanjang kawasan Boulevard Dua Sindulang, yang berakhir ricuh, Selasa (31/05/2016) pagi.

Pasca eksekusi bangunan tersebut, siang harinya sejumlah perwakilan masyarakat Sindulang menemui Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) di kantor Walikota, Jl Balaikota Tikala.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat yang diwakili legislator Manado Raynaldo Heydemans, dan tokoh masyarakat Febro Takaendengan serta seorang pendeta dilakukan di ruang kerja Walikota.

Setelah pertemuan, Heydemans mengungkapkan hasil pertemuan dengan Walikota GSVL. Dimana Walikota dengan bijaksana akan mengijinkan para warga kembali berjualan, tentunya dengan mengikuti aturan. Namun, izin ini hanya berlaku bagi warga Kelurahan Sindulang I dan II. Warga yang memiliki usaha pun diminta segera memasukkan nama karena akan mendapat kompensasi dari Walikota Manado.

“Dengan segala usaha akhirnya negosiasi berakhir di meja Walikota Manado. Terima kasih kepada masyarakat yang masih tertib walau ada korban luka. Terima kasih kepada ibu pendeta dan teman-teman yang sudah berjuang. Terima kasih juga buat Pak Walikota. Dan dihimbau kepada masyarakat yang memiliki usaha agar memasukkan nama karena mendapat kompensasi dari Walikota Manado kios di Tugu Lilin Manado, dan batas pembongkaran sampai Selasa minggu depan. Mari kita kenalkan kampung Sindulang itu aman dan nyaman,” himbaunya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (KasatpolPP), Xaverius Runtuwene. Dikatakannya, Walikota memberikan kelonggaran bagi warga pelaku usaha kuliner di Boulevard II. "Tadi (kemarin, red) dalam pertemuan Pak Walikota memberikan waktu satu minggu agar warga membongkar sendiri bangunannya. Ini sebuah kebijakan dan solusi untuk menghindari persoalan," kata Runtewene.

Dia juga menjelaskan bahwa, tujuan dalam penertiban bangunan liar dan kumuh tersebut dimaksudkan untuk mengembalikan fungsi trotoar dan menjaga estetika kota. "Bukan hanya di Boulevard II yang akan ditertibkan. Tapi sepanjang Boulevard dari Bitung Karangria hingga Malalayang akan ditertibkan. Pemkot bermaksud mengembalikan fungsi trotoar untuk pejalan kaki dan menertibkan kawasan jalur hijau yang sudah tidak sesuai peruntukannya. Pemkot bermaksud menjaga estetika kota," tegasnya.(tim/sulutonline).