Walikota GSVL Antar Kak Seto Temui Korban Perkosaan Asal Mapanget

Walikota GSVL saat menjenguk korban pemerkosaanWalikota GSVL saat menjenguk korban pemerkosaan

Minta Aparat Beri Hukuman Setimpal Kepada Para Pelaku
Manado-KASUS perkosaan yang dialami remaja putri asal Mapanget beberapa waktu lalu, ternyata juga menjadi perhatian serius Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat. Terbukti Sabtu (11/06/2016) sore, rombongan KPAI dibawah pimpinan Ketua Sementara DR Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto diantar langsung Walikota Manado DR G.S Vicky Lumentut dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado Ny Prof Paula Lumentut Runtuwene mendatangi korban AS untuk memberikan motivasi hidup bagi remaja putri ini di Rumah Sakit Advent Teling.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Lumentut mengaku sangat prihatin dan menyesalkan kasus yang menimpa remaja putri ini. Dimana, para pelaku diminta untuk bisa menerima hukuman setimpal tanpa kompromi lagi. Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada aparat kepolisian, kejaksaan maupun pengadilan. Untuk tidak bisa mentolerir lagi para pelaku yang berbuat sadis kepada perempuan, khususnya pada anak dibawah umur.
Walikota GSVL saat menjamu Kak Seto di rumah pribadinya di puncak Malalayang
"Kasus perkosaan yang dilakukan kepada remaja putri atau anak dibawah umur ini, tak lain perbuatan yang sangat biadab dan patut dikecam. Jadi mari kita semua para orang tua, pemerintah setempat, dan aparat keamanan, untuk bisa dengan lebih waspada lagi menjaga anak-anak kita, tingkatkan terus pelayanan keamanan di wilayah kita masing-masing. Dan kepada para pelaku, sebaiknya diberi hukuman berat sesuai perbuatan mereka dan itu harus dikawal semua pihak. Baik aparat kepolisian, kejaksaan, pengadilan hingga media massa, agar nantinya ada efek jerah, takut dan malu jika berbuat kasus memalukan tersebut,"tegas Walikota GSVL.

Hal yang sama juga diungkapkan DR Seto Mulyadi MSi, pihaknya juga mengharapkan kasus perkosaan yang terjadi di Manado ini, harus ditangani secara serius semua pihak, agar tidak ada korban cabul dan perkosaan di kemudian hari. "Saat kami melihat korban remaja putri AS di rumah sakit, dia terlihat begitu terpukul dan trauma berat. Namun demikian, kami bersyukur dia korban sangat tabah dan tegar menjalaninya. Karena kami terus menyemangati dan mendorongnya, masih ada harapan bangkit dan sukses untuk meraih cita-cita adik AS ini nantinya,”ujarnya.
Foto bersama Kak Seto dengan Ketua TP PKK Kota Manado Prof Paula Lumentut Runtuwene dan Wakil Ketua TP PKK Manado Ny Imelda Bastiaan Markus
Untuk itu Kak Seto mendesak, agar kasus perkosaan ini ditangani serius pihak kepolisian, kejaksaan, hingga pengadilan.”Jangan ada perlakuan yang tak sepadan, dengan perbuatan para pelaku. Kalau bisa, kami sangat mendukung hukum kebiri atau menghentikan hasrat dan libido para pelaku perkosaan. Mari kita Stop kekerasan pada perempuan dan anak di Indonesia, kita semua harus bisa tanamkan iman kepercayaan dan akal pikiran yang sehat agar terhindar dari segala bentuk godaan yang berujung pada proses hukum," ajak Kak Seto usai mengadakan dialog dengan Walikota GSVL dan First Lady Prof Paula di Puncak Malalayang, Sabtu malam.
Ketua TP PKK Kota Manado Prof Paula Lumentut Runtuwene saat memberikan penguatan bagi korban pemerkosaan
Sebelumnya, Ketua TP PKK Kota Manado Prof Paula Lumentut Runtuwene didampingi Wakil Ketua TP PKK Manado Ny Imelda Bastiaan Markus saat menjenguk korban pemerkosaan tersebut di rumah sakit Advent Teling, menjelaskan dirinya akan membantu anak ini supaya dapat pulih kembali baik fisiknya dan psikisnya. Mengenai biaya perawatan sudah dikatakan kepada korban untuk tidak khawatir karena akan ditanggulangi.

"Juga membantu korban dimana ada dokter spesial kandungan untuk melihat dan memeriksa anak ini, sampai kondisinya membaik,"kata istri tercita Walikota GSVL ini seraya menyebutkan, Sebagai ibu dan orang tua,dirinya berharap supaya pelaku sadar dan bertobat. Dari sisi hukum harus diproses sesuai hukum yang berlaku, harus ada efek jera kepada pelaku. (tim/sulutonline)