Gandeng Kementrian Pariwisata, ODSK Jagokan 13 Spot Bahari, Target 1 Juta Wisatawan

Rakor bersama Kementrian Pariwisata yang diselenggarakan di kantor gubernur Sulut (Foto Ist)Rakor bersama Kementrian Pariwisata yang diselenggarakan di kantor gubernur Sulut (Foto Ist)

Manado-Berbagai upaya dilakukan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (ODSK) untuk memajukan sektor pariwisata. Kali ini, Pemprov Sulut melalui Disbudpar Sulut menggandeng Kementrian Pariwisata dengan menargetkan sebanyak 1 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke Sulut.

“Sulut pasti bisa mencapai target 1 juta wisatawan. Apalagi daerah kita didukung berbagai spot menarik dan potensi wisata lainya termasuk Icon induk pariwisata Sulut yakni, Taman Nasional Bunaken (TNB),”terang Kadisbudpar Sulut Ir Happy Korah, dalam rapat koordinasi (Rakor) bersama Kementerian Pariwisata yang dihadiri perwakilan Disbudpar se-Sulut, di ruang CJ Rantung Kantor Gubernur Sulut, Jumat (24/06/2016) sore.

Dikatakan Korah, merupakan satu tanggung jawab besar dari Kementerian Pariwisata RI, melalui para bawahannya yakni Disbudpar se-Indonesia hingga tahun 2019 mendatang menargetkan 12 Juta pengunjung wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia. Sementara ini, untuk Sulut sendiri tengah ramai-ramainya dikunjungi wisatawan terutama dari negara China Tiongkok, dengan 38 ribu wisatawan yang masuk ke Sulut, 70 persennya itu bersal dari negeri Tirai Bambu tersebut.

Dari data yang ada, di 13 Kabupaten Kota di Sulut, sudah terdapat Spot Bahari hingga potensi pariwisata lainnya yang bersifat budaya dan kuliner untuk menjadi produk unggulan sektor pariwisata di Sulut untuk dikenal baik nasional maupun internasional.
 Foto bersama pegiat sektor pariwisata usai rakor bersama Kementrian Pariwisata (Foto Ist)
"Itulah potensi kelebihan yang Tuhan berikan kepada Provinsi Sulut untuk dikelola dan menjadi aset pariwisata Sulut dimata dunia nanti termasuk 3 etnis dan budaya diantara, Minahasa, Bolaang Mongondow (Bolmong) dan Sangihe yang mempunyai berbagai macam kebudayaan mulai dari kesenian hingga makanan khas,"urai Korah.

Menurut Korah, semua potensi pariwisata tersebut menjadi pendukung program dari Presiden RI Joko Widodo untuk membangun sektor Poros Maritim Indonesia yang nantinya menjadi salah satu pintu gerbang pariwisata di Indonesia.

"Berbagai iven-iven besar nantinya akan digelar Pemprov Sulut yang didukung juga dengan organisasi-organisasi pariwisata yang tengah berjalan saat ini, pada bulan Juli tahun 2016 kalau tidak berhalangan akan diadakan festival Bunaken dan festival Foreders atau Tentara yang bakal digelar di Kabupaten Minahasa
Selatan,"ungkapnya.

Sementara itu, menurutnya dalam mempersiapkan Sulut dalam era pariwisata sekarang hingga akan datang, segala fasilitas juga menjadi salah satu pendukung utama yang harus dimatangkan diantaranya, mobilitas transportasi, penginapan/hotel hingga jalan dan dermaga menjadi perhatian Pemprov Sulut.

"Tentunya, kerjasama yang baik diharapkan juga kepada masyarakat Sulut bisa sama-sama menjaga keamanan demi kenyamanan para wisatawan yang datang ke Sulut,"jelas Korah, sembari mengatakan hingga persiapan penyediaan operasional kendaraan bersama pihak ketiga pun sudah dimatangkan.

Hadir dalam rakor tersebut, selain Disbudpar Sulut, juga para Deputi bidang perwakilan Kementerian Pariwisata RI, sejumlah perwakilan Disbudpar dan segenap organisasi ke pariwisataan di Manado.(tim/sulutonline).