ASN Pemprov Antri Terima Gaji 13-14

ASN Pemprov saat antri gaji 13 dan 14ASN Pemprov saat antri gaji 13 dan 14

Bank SulutGo Akui ada Gangguan Sistem
Manado-Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemprov Sulut, Jumat (01/07/2016) terlihat mengantri untuk menerima gaji 13 dan gaji 14 di Kantor Kas Pembantu Bank Sulutgo Kantor Gubernur.

Pembayaran Gaji 13 dicairkan kepada seluruh ASN Pemprov dan gaji 14 khusus bagi ASN yang beragama Islam.

Informasi yang dirangkum wartawan menyebutkan, proses pencairan gaji 13 dan gaji 14 bagi ASN jajaran Pemprov ini sudah berlansung sejak Kamis (30/06/2016).
Suasana antrian gaji 13 dan gaji 14 di Kantor Kas Pembantu Bank Sulutgo Kantor Gubernur
“Mohon maaf kepada pegawai yang sudah mengantri sejak pagi hari, karena terjadi gangguan sistem di komputer kami sehingga sedikit terjadi keterlambatan dalam proses pencairan ini,” ujar Kepala Unit Kantor Kas Pembantu Bank Sulutgo Kantor Gubernur Diana Sumeisey.

Diana menambahkan pelayanan proses pencairan gaji 13 dan gaji 14 akan berlangsung hingga malam hari. Sementara itu, sejumlah ASN bersyukur ketika menerima gaji 13 dan gaji 14 ini.

Menurut Wenny Dirgarini salah satu ASN yang bertugas di Biro Pemerintahan dan Humas, proses pencairan gaji 13 dan 14 ini merupakan momen yang sangat tepat. "Gaji ini sangat kami butuhkan terutama untuk membiayai anak tertua kami yang mulai tahun ini sudah akan masuk kejenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA)," ujarnya.

“Karena itu saya merasa bersyukur, sekaligus berterima kasih kepada Bapak Gubernur Olly Dondokambey, Pak Wagub Steven Kandouw serta Pak Sekprov Ir Siswa R Mokodongan, yang sudah memerintahkan proses pencairan Gaji ini,”ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Imelda Kalalo, salah satu ASN penerima gaji 13 yang bertugas di Badan Pengelola Keuangan dan Barang Milik Daerah (BPK-BMD) Provinsi Sulut. Imelda menyebutkan, gaji 13 ini sangat dibutuhkan untuk membiayai keperluan pendidikan bagi anak kami Chelsea yang masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar (SD).

“Dengan cairnya gaji 13 ini setidaknya telah meringankan beban keluarga kami,” jelas mantan ajudan Ketua TP PKK Sulut Ibu Deetje Sarundajang Laoh Tambuwun ini. (tim/sulutonline)