Mokoagow: Masalah HIV/AIDS Tanggungjawab Kita Semua

dr Bahagia Mokoagouw saat membuka kegiatan koordinasi dan konsultasi masalah penyalahgunaan narkoba dan HIV AIDSdr Bahagia Mokoagouw saat membuka kegiatan koordinasi dan konsultasi masalah penyalahgunaan narkoba dan HIV AIDS

Manado-Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulut Ir Siswa R Mokodongan menyatakan, penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan bahan berbahaya lainnya (Narkoba) serta masalah HIV/AIDS dengan berbagai implikasi dan dampak negatifnya telah menjadi masalah internasional dan nasional.

“Bahkan telah menembus tatanan kehidupan masyarakat lokal di daerah termasuk Sulut,”ungkap Mokodongan melalui Karo Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dr Bahagia Mokoagow saat membuka kegiatan koordinasi dan konsultasi masalah penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS di ruang Mapaluse, Selasa (26/07/2016).

Dikatakan, kompleksitas permasalahan ini telah
menjadi ancaman terhadap tatanan kegidupan masyarakat, bangsa dan negara serta dapat melemahkan ketahanan nasional yang dapat menghambat jalannya pembangunan. Kecenderungan penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS memiliki daya adiksi (ketagihan) yang sangat berat, juga daya toleran (penyesuaian) dan habitual (kebiasaan) yang sangat tinggi.

“Ketiga sifat itulah yang menyebabkan pemakai narkona tidak bisa lepas dari cengkeramannya. Disisi lain, menimbulkan dampak negatif yang sangat besar, baik di bidang ekonomi, sosial budaya maupun kesehatan,”ingat Mokoagow.

Olehnya, dalam konteks itulah, diperlukan upaya pencegahan dalam penanggulangan narkoba dan HIV/AIDS, yang bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja, tetapi merupakan tanggungjawab kita bersama segenap lapisan masyarakat, keluarga, LSM, perguruan tinggi, dan lembaga-lembaga lainnya, disamping layanan pengobatan dan perawatan.

“Disadari bersama saat ini konsumsi narkoba cenderung menjadi gaya hidup pada sebagian orang terutama generasi muda. Karena itu menjadi harapan, melalui momentum ini dapat menjadi salah satu solusi alternatif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba serta masalah HIV/AIDS, dengan senantiasa mengedepankan aspek kemanusiaan, supremasi hukum, nilai-nilai moral, etika dan agama,”tandas Mokodongan seperti di tuturkan Mokoagouw.

Sementara Kabag fasilitasi Sosial dan Keagamaan Olga Saisab SSos menyebutkan, maksud dari kegiatan itu, untuk mengadakan evaluasi sejauh mana strategi penanggulangan narkoba dan HIV/ADIS di implementasikan kepada masyarakat, serta mengadakan sosialisasi kepada lembaga pemerintah dan LSM yang terkait tentang kinerja dan persoalan yang dihadapi serta langkah solusinya.

Sedangkan Narasumber, Kepala BNN Provinsi Sulut Kombes Pol Drs Sumirat Dwiyanto MSi, Sekretaris KPA Sulut dr MSJ Tangel Kairupan serta Karo Kesra sendiri. Pesertanya terdiri dari SKPD terkait serta LSM peduli narkoba dan HIV/AIDS.(tim/sulutonline).