Kekerasan Terhadap Anak Terus Meningkat, Mokodongan:Jika Terjadi Kekerasan Terhadap Anak Segara Laporkan

Sekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan saat launching Kelompok Peduli Anak dan Kampanye BERLIANSekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan saat launching Kelompok Peduli Anak dan Kampanye BERLIAN

Manado-Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI menggelar Kampanye Bersama Lindungi Anak "BERLIAN" dan Lauching Kelompok Sahabat Anak di sekolah-sekolah di tingkat Provinsi Sulawesi Utara, di hotel Peninsula Manado, Selasa (26/7/2016).

Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw dalam sambutannya yang dibacakan Sekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan mengatakan pemerintahan Provinsi sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI yang telah mengalokasi kegiatan ini di Sulawesi Utara.

Mokodongan menyebutkan sesuai undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, mengamanatkan bahwa hak mencakup hak hidup, tumbuh berkembang dan berpartisipasi dalam berbagai aspek kehidupan serta mendapat perlindungan dari berbagai tindak kekerasan, perdagangan anak, eksploitasi serta diskriminasi.

“Namun meskipun telah ditetapkan didalam undang-undang kualitas hidup dan lindungan khusus anak masih membutuhkan perhatian khusus, anak masih membutuhkan perhatian yang besar,"ingat Sekdaprov.
Launching kelompok Peduli Sahabat Anak dan Kampanye BERLIAN
Diungkapkan berdasarkan data angka prevalensi kekerasan terhadap anak di Sulut, sejak tahun 2013 kasus kekerasan terhadap anak tercatat sebanyak 343 kasus, 2014 meningkat menjadi 345 kasus, tahun 2015 meningkat lagi menjadi 396 kasus.”Ini sangat memprihatikan sehingga sangat berdampak terhadap tumbuh kembang anak,”terang Mokodongan seraya meminta partisipasi masyarakat yang ada di kabupaten kota untuk saling berkoordinasi bilamana terjadi kekerasan terhadap anak untuk segera melapor.

Menariknya, disela-sela sambutannya Mokodongan berkesempatan memberikan kuis pertanyaan dengan bonus 1 juta yang langsung diserahkan pada seorang siswa SMA Man Model yang berhasil menjawab pertanyaan Sekdaprov Sulut tersebut. Acara ini juga dimeriahkan dengan konser Group Band Simponi.

Sementara itu, Kaban BP3A Sulut, Ir Erny Tumundo mengatakan tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini dalam upaya mencegah kekerasan terhadap anak. “Untuk anggarannya nanti di Kabupaten Kota akan kami bekerjasama dengan BP3A di Kabupaten Kota. Yang terpenting kita bisa mengantisipasi dulu saat ini. Bukan dikatakan darurat, namun ini hanya bentuk antisipasi untuk kondisi kekerasan terhadap anak di Sulut. Kedepan akan kami pacu lagi, karena pada hari ini baru launching,”ujar Tumundo kepada wartawan.

Turut hadir Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Valentin Ginting, serta para anak-anak disejumlah sekolah di Sulut. (tim/sulutonline).