Festival Pesona Bunaken Resmi Ditutup, Menpar Minta Bunaken Harus Bebas Sampah

Menpar Arief Yahya saat penutupan Festival Pesona BunakenMenpar Arief Yahya saat penutupan Festival Pesona Bunaken

Manado-Festival Pesona Bunaken yang dihelat sejak Senin (25/07/2016), kawasan Manado Town Square (Mantos), resmi ditutup Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, Jumat (29/07/2016). Dalam kesempatan itu, Menpar minta Bunaken sebagai salah satu icon pariwisata Sulawesi Utara harus bersih, terbebas dari sampah.

Penutupan Festival Pesoni Bunaken yang berlangsung spektakuler tersebut bersamaan dengan Festival Pangan non beras Sulut."Saya minta Gubernur Sulut harus dibantu Walikota Manado dalam upaya membersihkan objek wisata Bunaken, agar benar-benar menjadi bersih dan terbebas dari berbagai jenis sampah", ujar Arief Yahya sembari menyebutkan, inilah salah satu penyebab sehingga Bunaken tidak masuk10 Destinasi daerah tujuan wisata di Indonesia, karena sangat kotor.

Untuk itu katanya, kita semua harus mendukung geliat keberhasilan pariwisata Sulut, yang di motori Gubernur dan Wagub Sulut.”Walaupun baru beberapa bulan memimpin daerah ini, tapi telah berhasil mendatangkan ribuan wisatawan asing dari Tiongkok (China). Kedua pemimpin baru Sulut ini sangat memahami benar membangun daerah lewat sektor pariwisata masih lebih mudah ketimbang lewat sektor-sektor lainnya. Sehingga pemerintah pusat patut memberikan apresiasi positif kepada Pak Olly Dondokambey dan Steven Kandouw,” terangnya.
Menpar Arief Yahya terlihat enjoy saat acara penutupan Festival Pesona Bunaken
Selanjutnya, bersamaan dengan penutupan Festival Pesona Bunaken ini, juga dibuka Festival pangan non beras. Ini merupakan gabungan festival parekraf, sebut salah satu Menteri Pariwisata terbaik di Asia Tengara ini. “Karena wisata kuliner sangat cepat mendapatkan devisa, dan paling banyak di kunjugi wisatawan. Saya minta Gunernur menyurat di Kementerian Parekraf sehingga bisa menunjang wisata kuliner didaerah ini, tapi juga saya juga mohon para Bupati/Walikota se-Sulut dapat menunjang program Gubernur ini dengan memfasilitasi setiap kunjungan wisatawan ke daerah Sulut. Ini penting sekali, agar geliat kepariwisataan Sulut benar-benar terlihat kemajuannya,”tambahnya.

“Kementerian yang saya pimpin tidak akan tinggal diam melihat keberhasilan pariwisata di Sulut ini, lewat Deputy-Deputy yang ada nantinya akan membantunya,”janji Arief Yahya.

Sebelumnya Gubernur Sulut Olly Dondokabey SE menyatakan, saat ini Sulut dibanjiri ribuan turis China, dengan dibukanya Charter Fligh penerbangan langsung dari beberapa kota di negara tirai bambu ke Manado, telah memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Sulut. Mudah-mudahan melalui kunjungan wisatawan China ini akan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat dan pemerintah Kabupaten/Kota se-Sulut.
 Gubernur Olly Dondokambey SE saat memberikan sambutannya
"Pemprov hanya membuka jalan tapi yang menikmati hlsilnya berupa pajak adalah pemerintah Kabupaten/Kota itu sendiri. Saya harap kebangkitan pariwisata ini bisa berjalan terus dan bisa terwujud selama lima tahun kepemimpinan saya dan Pa Wagub Steven Kandouw,”kata Gubernur.

Dikatakan gubernur, adanya perhatian khusus dari Menteri Pariwisata, sangat membantu dalam mempromosikan berbagai destinasi wisata Bumi Nyiur Melambai, lebih khusus Bunaken sebagai icon wisata Sulut ke manca negara.

Selain itu Gubernur juga minta agar masyarakat Sulut dapat membuka diri, sehingga banyak kunjungan wisatawan yang datang di daerah ini, sekaligus dalam rangka mengurangi tingkat kemiskinan yang ada lewat program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK).
 Stand up komedi dari Mongol dalam Penutupan Festival Pesona Bunaken membuat Gubernur dan Wakil Gubernur terpingkal-pingkal
Turut hadir Wagub Sulut Drs Stven Kandouw, Bupati Minsel Tety Paruntu, Bupati Minahasa Jantje Sajow Bupati Bolsel Herson Mayulu, Walikota Bitung Max Lomban, Wawali Manado Mor Bastian serta Wabup Minsel, dan Kadis Budpar Happy Korah.(tim/sulutonline).