Freestyle Pedro Wuner Meriahkan Open Motocross dan Grastrack Rerer

Freestyle crosser Pedro Wuner saat tampil di open Motocross Grasstrack Rerer 2016Freestyle crosser Pedro Wuner saat tampil di open Motocross Grasstrack Rerer 2016

Minahasa-Helatan spektakuler, Open Motocross Grasstrack Rerer 2016, di sirkuit Plein dari desa pencetak crosser handal nasional yang digelar sejak, Jumat 29 –Minggu 31 Oktober 2016, seakan mengobati kerinduan para pencita Otomotif di bumi Nyiur Melambai.

Setidaknya, hajatan yang digagas Panji Yosua PKB GMIM Damai Rerer ini, mampu menyebot ribuan penonton. Raungan knalpot para crosser yang tergolong masih sangat belia ini, sanggup menghipnotis para otomotifmania.
 Duet freestyle crosser dalam open Motocross Grasstrack Rerer 2016
Sebut saja Morris Kowaas, salah satu crosser cilik dari desa Rerer yang baru berumur 11 tahun yang tampil bersama sesama rekan crosser pada klas 14 tahun ke bawah. Mereka diantaranya, Figo Pangemanan dan Valen Pakasi. Micret Gerungan (anak dari crosser Pang Gerungan) serta Valen Wantalangi, Ciano Marsel Lala, Switley Sumenge. Budi Suwu.

Tak ketinggalan, para crosser yang terdaftar sekitar 60-an pembalap dari seantero Sulut ikut tampil memukau. Mereka diantaranya, Braifel Wales, Agga Sompie, Josep Poli, Esar Lopo, Jermy Tumilantouw, Demberly Kawung, R Alouw.
Pedro Wuner in action
Kerinduan akan tontotan olahraga berat berisiko ini, pun dilengkapi dengan atraksi akrobatik dari bintang Freestyle Indonesia, Pedro Wuner yang kebetulan berdarah Kawanua, atau tepatnya asli dari desa Rerer. Sejatinya, gelaran spektakuler Open Motocross Grasstrack Rerer 2016 berlangsung meriah dan sukses.

Desa Rerer, diakui sejak dulu menjadi desa yang menelorkan dan mencetak para crosser handal. Bahkan, di era tahun 1978-1979 saat olahraga keras beresiko ini baru mulai dikenal di Sulawesi Utara, para pembalap nasional Popo Hartopo dan Bambang Prabowo ( ayah dari pembalap Hanu Malherbe ) pernah tampil di Rerer.
 Sekitar 60-an crosser se Sulut meriahkan open motocross grasstrack Rerer
Pada era tersebut, muncul sejumlah crosser nasional. Mereka diantaranya, Jhony Senduk, Jufry Lumanaw, Noldy Tambalean (Alm). Kemudian seiring berjalannya waktu, muncul berturut-turut generasi berikutnya, Eddy Sumampouw, Jefry Tumewan, Marlon Lumentut, Jemmy Kumendong, Jill Senduk (Alm), Pang Gerungan, Maikel Manueke (Alm ).
Para crosser cilik beradu nyali dalam motocross grasstrack Rerer
Tidak kalah heboh, di era jamannya crosser nasional Popo Hartopo, pun dari desa Rerer juga pernah menorehkan sejarah dengan tinta emas dari para crosser wanita. Mereka diantaranya, Meiske Wala, Nontje Lumanauw ( Ibu dari crosser Jill Senduk Alm), Tuty Ratar (Ibu dari crosser Marlon Lumentut) dan Rosye Tambalean. (BR/sulutonline).