ODSK Warning Kades dan Sangadi Manfaatkan Dana Desa Untuk Kepentingan Rakyat

Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (ODSK) (Foto Ist)Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (ODSK) (Foto Ist)

Tahun 2017 Dana Desa Tembus Angka 1 Miliar
Manado-Ramai Pemilihan 78 Kepala Desa (Kades) di Minahasa dan 81 Sangadi di Kabupaten Boltim, baru lalu menjadi fenomena tersendiri di Sulut. Menyusul, banyaknya lulusan sarjana Pulang Kampung (Pulkam) untuk ikut Pilkades. Apalagi, dana desa tahun 2017 mendatang mencapai Rp 1 miliar per desa.

Karenanya, Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (ODSK) melalui Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Sulut Drs Rudi Mokoginta, mewarning agar para Kades (Minahasa) dan Sangadi (Boltim), dapat memanfatkan Dana Desa tahun 2016 ini untuk kepentingan rakyat.

“Anggaran dana desa tahun 2016 sebanyak Rp 864 miliar untuk 1508 desa di Sulut. Setiap desa mendapat jatah Rp 565 juta. Anggaran ini harus dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur (Jalan, jembatan, drainase) dan Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) diantaranya, Posyandu, PKK, atau sesuai hasil kesepakatan bersama. Yang pasti harus berujung pada kepentingan rakyat,”tegas Mokoginta pada sejumlah wartawan, Selasa (02/08/2016).

Diungkapkan, dari total desa sebanyak 1508 se Sulut, ternyata ada Tiga desa yang tidak mendapatkan jatah dana desa di tahun 2016 ini. Yakni, Desa Moyag Satu, Moyag Dua dan Pontodon Timur di Kotamobagu.”Ke Tiga desa ini, nanti akan terima pada tahun 2017 mendatang karena bermasalah soal kodefikasi. Masalah ini sudah diurus di Jakarta, jadi tahun 2017 mendatang aman,”jelas Mokoginta.

Ditambahkan, sampai saat ini, sudah 60 persen pencairan dana Desa. Dalam setahun Dua kali pencairan. Dan tahap pertama sudah selesai.”Bulan Agustus 2016 ini masuk tahap kedua,”kunci Mokoginta.(tim/sulutonline).