Fakultas Peternakan Wujudkan Program ODSK

Guberur Sulut Olly Dondokambey SE saat seminar nasional Pembangunan Pedesaan Berkelanjutan Berbasis Peternakan di IndonesiaGuberur Sulut Olly Dondokambey SE saat seminar nasional Pembangunan Pedesaan Berkelanjutan Berbasis Peternakan di Indonesia

Manado-Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi Manado, ikut mewujudkan program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) yang sementara digalakan Pemerintah Provinsi Sulut guna mengentaskan kemiskinan di daerah ini, melalui Seminar Nasional dengan Tema Pembangunan Pedesaan Berkelanjutan Berbasis Peternakan di Indonesia.

Kegiatan seminar selama Dua hari tersebut, merupakan rangkaian memperingati Dies Natalis ke-53 Fakultas Peternakan, di Aula Bank Indonesia Sulut, Kamis (11/08/2016).

Saat menyampaikan sambutan Gubernur berterima kasih sekaligus memberi apresiasi positif kepada Fakultas Peternakan Unsrat, karena telah ikut mewujudkan program ODSK ini melalui kegiatan seminar. "Saya anggap penting, karena sejalan dengan program ODSK yang sementara digalakan oleh Pemerintah Provinsi Sulut,”kata Gubernur, sembari menyebutkan salah satu agenda prioritas dalam Nawa Cita yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan Indonesia, yang kemudian di implementasikan dengan berbagai upaya strategis salah satunya melalui upaya pembangunan pedesaan berkelanjutan berbasis peternakan.

“Ini sangat penting untuk dikembangkan di daerah kita,",ingat Gubernur.

Dalam pemahaman tersebut maka, semakin jelas bahwa tujuan pengembangan perernakan di pedesaan dengan menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan bersifat multidimensi mewukudkan kelestarian pengembangan peternakan, baik secara ekologi, ekonomi, sosial budaya, tehnolgi, infrastruktur maupun hukum kelembagaan.
“Karena itu, saya percaya melalui seminar ini akan memberi dampak positif terhadap masyarakat petani peternak di pedesaan,”kata gubernur.
Gubernur memukul Tetengkoren tanda dimulainya seminar nasional
Gubernur kemudian, mengajak Fakultas Peternakan mengembangkan ayam lokal Manado (ayam kampung) supaya dikawinkan dengan ayam Bangkok, sehingga bisa menghasilkan ayam Manado asli dengan memiliki cita rasa berbeda dibanding dengan ayam lokal yang berasal dari daerah lain.

Dalam kesempatan itu, Gubernur mengungkapkan pengalaman yang sudah dilakukannya, saat turis China datang ke rumahnya di Desa Kolongan Minut,”Yang saya sajikan menu ikan hasil perkawinkan ayam kampung dengan ayam Bangkok, digoreng sebentar kemudian di bakar sehingga bisa menjadi ayam padang rasa Manado,”tutur gubernur sembari mengajak Ahli sosilog pedesaan yang juga Rektor Universitas Pajajaran Bandung Prof Dr Ganjar Kurnia DEA (keynot speak) jika ingin menikmatinya silahkan karena tersedia di restoran padang depan Kanwil BRI Manado.

Senada dengan Gubernur, Wakil Rektor Unsrat Prof DR Jimmy Posangi Phd Pk mewakili Rektor mengungkapkan pemerintah sendiri telah mengalokasikan dana desa yang bersumber dari APBN untuk dapat digunakan dengan baik demi kesejarteraan masyarakat desa."Dana desa tersebut jika dimanfaatkan secara benar bisa mengatasi masalah kemiskinan serta kepincangan akses atas sumber daya ekonomi yang ada", ucapnya.

Sementara Ketua Panitia DR Stanly OB Lombogia SPT MSi mengatakan, tujuan seminar nasional ini adalah untuk memberikan kontribudi, baik berupa rekomendasi kepada pemerintah maupun stakeholders, topik-topik penelitian, hasil karya ilmu pengetahuan dan tehnogi inovasi baru, yang semuanya bagi pengembangan pembangunan berbasis peternakan di pedesaan.

Seminar ini ikut menghadirkan pembicara dari kalangan eksekutif dan edukatif untuk pembanguan di Provinsi Sulut. Selain Gubernur Sulut, juga Rektor Universitas Pajajaran Bandung serta Kepala BI Sulut Dr Peter Jacobs.(tim/sulutonline).