Steven Kandouw: Don’t Worry Be Happy !

Wagub Sulut saat rapat bersama tim investor asal ChinaWagub Sulut saat rapat bersama tim investor asal China

Tampil Prima, Wagub Jawab Presentasi Investor China Dengan Bahasa Inggris

Manado-Banyak orang tidak tahu bahwa sebenarnya Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Drs Steven Kandouw mahir berbicara bahasa Inggris. Buktinya, saat menjawab presentasi investor asal China terkait kesiapan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di ruang WOC kantor gubernur, Selasa (30/08/2016), politisi PDI-P Sulut tersebut, tampil prima sekitar hampir satu jam.

Sebelumnya, para investor China yang berjumlah sekitar 10 orang plus penerjemah tersebut telah mempresentasikan hasil study lapangan mereka tentang rencana pembangunan KEK dengan bahasa Inggris. Secara panjang lebar mereka memaparkan, nantinya KEK akan dibangun berbagai fasilitas termasuk ketersediaan air bersih, tenaga listrik, pusat pertokoan, hotel, rumah sakit dengan konsep kota modern. Terutama sebagai peti kemas terbesar di kawasan Timur Indonesia.
Foto bersama usai pertemuan pembahasan kelanjutan pembangunan KEK
Menjawab presentasi China tersebut, secara bergantian Kadisperindag Ir Jenny Karouw dan Karo SDA DR Frangky Manumpil, selain memuji hasil presentasi China serta mempertanyakan beberapa point penting dengan bahasa Inggris, juga memberikan masukan terkait regulasi penting.

Giliran Wagub Kandouw menjawab, terlihat para investor terdiam dan terpesona. Penampilan prima salah satu putra terbaik Minahasa tersebut mampu menyedot perhatian mereka. Sekitar satu jam suami tercinta dari Wakil Ketua TP PKK Sulut dr Devi Kandouw Tanos ini, memaparkan dengan bahasa Inggris betapa KEK sudah sejak lama menjadi impian warga Sulut. “Yes, KEK it’s Dream come true,”kata Wagub dengan semangat.

Wagub Kandouw kemudian memberikan jaminan, jika Peraturan Daerah (Perda) tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) telah ditelorkan Dewan Sulut, maka otomatis KEK berjalan sebagaimana rencana. “Don’t worry be happy !,”tegasnya yang disambut applaus investor China yang tergabung dalam China Communications Construction Company (CCCC) bersama China Road and Bridge Corporation (CRBC).

Diketahui, kedatangan CCCC tersebut menyusul tindaklanjut dari MoU bersama Pemprov Sulut pada 2015 lalu.Usai pertemuan, kepada wartawan, Wagub Kandouw kemudian menyentil agar Dewan Sulut jangan hanya tidur terkait Perda BUMD sehingga menghambat Special Economic Zone atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bitung.

“Siapa yang bilang KEK tidur, yang tidur itu Deprov. KEK bisa jalan kalau ada BUMD. DPRD pikir pembuatan BUMD untuk kepentingan pribadi Gubernur, ini salah sekali,”tegas Kandouw.(tim/sulutonline).