Sulut Sukses Gelar TKTB, Sampai Jumpa di Maluku

Penutupan Temu Karya Taman Budaya (TKTB) se-Indonesia tahun 2016 (Foto Ist)Penutupan Temu Karya Taman Budaya (TKTB) se-Indonesia tahun 2016 (Foto Ist)

Manado- Berbagai pertunjukan seni budaya dari 23 Provinsi dalam acara yang bertajuk Temu Karya Taman Budaya (TKTB) se-Indonesia tahun 2016 sukses digelar. TKTB yang merupakan agenda tahunan ini telah ditutup oleh Asisten II Setdaprov Sulut Sanny Parengkuan, Jumat (09 /09/2016) malam.

Penutupan acara ditandai dengan penyerahan Pataka oleh Kepala Taman Budaya Sulut sebagai tuan rumah kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku. Tahun depan Maluku akan menjadi tuan rumah TKTB.

Parengkuan mengatakan kegiatan sudah berjalan sukses dengan penuh gairah para peserta maupun penonton masyarakat yang ada di kota Manado. ‘’Saya atas nama Gubernur dan Wakil Gubernur mengucapkan banyak terima kepada Kemendikbud yang sudah memilih Sulut sebagai tuan rumah iven bertaraf nasional ini,’’ ujarnya.

Sejak berlangsung pada Selasa (06/09/2016) lalu, Temu Karya Taman Budaya menyuguhkan barbagai macam pertunjukan seni dari masing-masing provinsi se Indonesia. Selama empat hari masyarakat Sulawesi Utara dimanjakan oleh penampilan karya seni keberagaman budaya Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulut, Ir Joy Happy Korah mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf atas kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini. “Saya ucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat yang ikut serta dalam kesuksesan acara ini, dan permohonan maaf yang sebesar – besarnya atas kekurangan dan kesalahan selama acara ini berlangsung,” kata Korah.

Maeva Salma Perwakilan Dirjen Kementerian Kesenian Kemendikbud RI dalam sambutannya mengatakan temu karya taman budaya se Indonesia dan pameran besar seni rupa yang berlangsung selama empat hari ini berlangsung dengan sukses sesuai dengan jadwal yang direncanakan.

Ia kemudian menyampaikan pesan dari Dirjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Kiranya kebudayaan dapat dioptimalkan, untuk memberikan nilai bagi pembentukan karakter bangsa. Kebudayaan mampu memperkuat daya pembeda kita dalam pergaulan global.” Kebudayaan harus mampu kita gerakkan dalam rangka memperkuat industri kreatif dan pariwisata,” pungkasnya. (tim/sulutonline).