GMIM Dituntut Berkontribusi Bagi Pembangunan Daerah

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE saat menghadiri Ibadah Syukur HUT ke-82 GMIM Bersinode, di Stadion Dua Sudara Kota BitungGubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE saat menghadiri Ibadah Syukur HUT ke-82 GMIM Bersinode, di Stadion Dua Sudara Kota Bitung

Manado-Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE saat menghadiri Ibadah Syukur HUT ke-82 GMIM Bersinode, di Stadion Dua Sudara Kota Bitung, Jumat (30/09/2016) siang mengatakan, guna menatap bentangan arah pelayanan yang menanti, dimana GMIM dituntut pula untuk terus berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Ibadah yang dipimpin Ketua BPMS Sinode GMIM Pdt DR H WB Sumakul di hadiri ribuan Pelayan Khusus baik Penatua, Syamas dan Pendeta yang berdatangan dari 113 Wilayah dan 946 Jemaat berlangsung dalam suasana meriah, berbagai pujian syukur dinaikan kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai kepala Gereja.

Menurut Olly, saat ini Pemerintah Provinsi Sulut lagi giat-giatnya meningkatkan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata. Sejak Bulan Juli 2016 lalu, Pemerintah Provinsi Sulut telah membuka penerbangan langsung dengan 8 kota di Tiongkok ke Manado, dan sampai saat ini sudah 22.300 wisatawan manca negara termasuk wisatawan Tiongkok telah melakukan kunjungan wisata didaerah ini.

“Saya pun merasa terkejut kedatangan ribuan wisatawan ini. Tapi semua itu terjadi karena torang samua ciptaan Tuhan,”ujar Dondokambey sembari berharap GMIM terus berkontribusi bagi kemajuan pembangunan daerah dan bangsa.

Bagian lain Olly juga minta GMIM ikut menyikapi dinamika kegidupan masyarakat dan bangsa saat ini cenderung dibayang-bayangi oleh munculnya berbagai persoalan politik, sosial budaya dan kemasyarakatan yang melahirkan bibit-bibit disintegrasi bangsa dengan segala dimensinya. Realitas ini nampak dari munculnya konflik primordial, termasuk antar kelompok masyarakat/antar kampung (konflik horisontal) dengan motif kepentingan agama dan politik aliran, maupun antar masyarakat dengan negara/pemerintah (konflik vertikal).

“Konflik-konflik tersebut merupakan, manifestasi yang menggambarkan belum tertatanya Visi Kebersamaan dalam memposisikan nilai kepelbagaian (kemajemukan) dalam sikap, tindakan dan perilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena itu GMIM jangan sampai terperangkap pada peran yang hanya berorientasi kedalam gereja dan jemaat tapi bangunlah peran pelayanan GMIM yang bersifat inklusivitas yang mampu menjadi bagian sebagai Problem Solver bangsa dan berani keluar menyuarakan suara kenabian terhadap persoalan bangsa,”tegas politisi senior ini.

Turut hadir Walikota dan Wawali Bitung Max Lomban dan Mourits Berhandus, Anggota DPD RI Stevan BAN Liow, anggota Deprov Sulut Dra Adriana Dondokambey dan Edison Masengi serta Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Jhon Palandung MSi. (tim/sulutonline).