Indonesia Negara Penangkap Ikan Terbesar Dunia Namun Kontribusinya Sangat Kecil

Gubernur saat membuka lomba masak serba ikan tingkat Provinsi Sulut ke-14Gubernur saat membuka lomba masak serba ikan tingkat Provinsi Sulut ke-14

"Dari Kegiatan Gemarikan dan ODSK"

Manado
-Gubernur Sulut Olly Dondolambey SE, Sabtu (08/10/2016) siang, membuka lomba masak serba ikan tingkat Provinsi Sulut ke-14. Inovasi aneka masakan hasil laut ke-2 dan bazar hasil perikanan tersebut merupakan kerjasama DKP dengan TP PKK Sulut di Mantos 3 Manado.

“Bagi saya, ini merupakan wujud penegasan dan pernayataan komitmen bersama untuk menyukseskan program nasional gerakan masyarakat makan ikan (Gemarikan) dan gerakan Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) guna mensejahterakan rakyat,”terang Gubernur dalam sambutannya.
 Gubernur saat mencicipi menu serba ikan dalam lomba masak ikan
Sayangnya kata Gubernur, meskipun Indonesia tercatat sebagai salah satu negara penangkap ikan terbesar dunia, namun kita sadari kontribusi perikanan terhadap ekomomi nasional dan kesejahteraan rakyat masih sangat kecil.

Hal ini dikarenakan interaksi antar pelaku industri belum optimal, industri perikanan masih lemah dan fragmental, belum terintegrasi secara horisonntal (antar wilayah dan dengan sektor komplementer), dan belum terintegrasi secara vertikal (hulu-hilir, produksi pengolahan dan pemasaran baik domestik maupun mancanegara), serta angka tingkat konsumsi ikan Indonesia masih rendah bahkan berada di bawah Malaysia.

“Padahal jumlah penduduk Indonesia ada sekitar 237 juta jiwa, jauh lebih banyak dibanding Malaysia yang hanya sekitar 27 juta jiwa,”jelasnya.

Menurut hasil perhitungan angka konsumsi ikan Indonesia yaitu 39,47 kg/kapita/tahun sedangkan angka konsumsi ikan Malaysia 45 kg/kapita/tahun.

“Dengan pemahaman ini, maka dibentuklah forum Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional tingkat Provinsi Sulut sebagai bentuk dukungan Provinsi Sulut terhadap tingkat konsumsi ikan di Indonesia, dengan sasaran untuk membangun kesadaran masyarakat agar gemar makan ikan, sehingga diharapkan berimplikasi pada peningkatan konsumsi ikan nasional serta untuk meningkatkan asupan gizi yg berasal dari ikan,”ingat Dondokambey.

Sementara Direktur Akses Pasar Ditjen PDSPKP KKP RI Ines Rahmawati, mengingatkan masyarakat jangan sampai percaya bahwa mengkonsumsi ikan akan menimbulkan cacingan.”Itu ndak benar, justru dengan mengkonsumsi ikan yang banyak akan lebih bergizi dan Kementerian DKP sangat konsern. Mudah-mudahan tingkat konsumsi di Sulut dapat dipertahankan terus,”katanya.

Kadis Kelautan dan Perikanan Ir Ronald Sorongan melaporkan, tujuan kegiatan untuk mengajak seluruh masyarakat Sulut untuk sejak dini gemar makan ikan mengingat ikan memiliki komposisi nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan, kecerdasan dan pertumbuhan.

Sorongan juga menyebutkan data konsumsi ikan Sulut tahun 2915 lalu adalah 54,16 KG/Perkapita dan sudah di atas target konsumsi ikan nasional 41 KG/Perkapita.

Wakil Ketua TP PKK Sulut dr Kartika Devi Kandouw Tanos menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti para kader-kader PKK dari 15 Kabupaten/Kota se-Sulut, sembari berharap agar PKK Kabupaten/Kota ikut mensosialisasikan juga makanan lokal Sulut seperti umbi-umbian. “Karena makanan lokal Sulut tidak kalah pula dengan makanan lokal daerah lain,”pungkasnya.(tim/sulutonline).