Hambat Penyusunan DAU,Gubernur Batalkan Proyek Gagal Lelang

Trio Gubernur Sulawsi Utara Olly Dondokambey SE, Wagub Drs Steven Kandouw dan Sekdaprov Edwin Silangen SE MSTrio Gubernur Sulawsi Utara Olly Dondokambey SE, Wagub Drs Steven Kandouw dan Sekdaprov Edwin Silangen SE MS

Trio ODSK-ES Rapat Perdana Evaluasi Anggaran Oktober 2016

Manado-Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE saat Rapat Evaluasi Penyerapan dan Pengawasan Anggaran per-13 Oktober 2016 dengan para Kepala SKPD jajaran Pemprov Sulut, Senin (17/10/2016) menegaskan untuk paket proyek yang gagal lelang supaya dibatalkan saja, jangan sampai jadi hambatan dalam penyusunan Dana Alokasi Umum (DAU) nanti.

Dalam rapat perdana Trio Gubernur Sulawsi Utara Olly Dondokambey SE, Wagub Drs Steven Kandouw dan Sekdaprov Edwin Silangen SE MS, terungkap realisasi penyerapan anggaran SKPD kita hingga per-13 Oktober 2916 ini masih sangat rendah.

“Karena itu supaya segera dipacu. Sementara dalam penyerapan anggaran ini harus disinkronkan dengan penyusunan KUA PPAS. "Saya mau melihat penyerapan anggaran ini dengan KUA PPAS yang telah di susun oleh SKPD masing-masing", ingat Gubernur dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang rapat CJ Rantung, kantor gubernur Sulut.
Sekdaprov Silangen saat melaporkan realisasi penyerapan anggaran posisi per-13 Oktober 2016
Hal senada juga disampaikan Wagub Steven Kandouw, supaya pimpinan SKPD memperhatikan arahan dari Bapak Gubernur, sementara terkait dengan program kegiatan yang kita buat autputnya bagaimana, hal itu dimaksudkan agar supaya target kita dalam pemanfaatan APBD yang terbatas ini ada manfaatnya bagi masyarakat.

Sekdaprov Silangen melaporkan realisasi penyerapan anggaran posisi per-13 Oktober 2016 total realisasi keuangan Rp.1.976.452.429.751 atau 64,93 persen, target keuangan 65 persen, deviasi 0,07 persen. realisasi berkas tidak lengkap Rp.1.138.906.985.667 atau 71,36 persen, realisasi berkas lengkap 848.545.444.084 atau 57,91 persen.

Sementara untuk realisasi pendapatan Silangen juga menyebutkan, total pagu Rp.3.001.754.654.000, PAD Rp.1.141.321.190.000, dana perimbangan Rp.1.855.433.464.000, pendapatan daerah lain-lain Rp.5.000.000.000.(tim/sulutonline).