Penyaluran Pangan di Perbatasan Harus Ditingkatkan

Wagub Kandouw Saat membuka Rakor Ketahanan PanganWagub Kandouw Saat membuka Rakor Ketahanan Pangan

Manado-Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw Saat membuka Rakor Ketahanan Pangan Provinsi Sulut di ruang Tumbelaka, Selasa (02/11/2016) siang. Dalam kegiatan tersebut Wagub mengatakan penyaluran bahan pangan di perbatasan harus ditingkatkan.

Wagub mengatakan, pangan di daerah kepulauan sering menjadi problem namun saat ini di Miangas sudah ada bandara. Dengan adanya akses yang lebih baik diharapkan proses penyaluran bahan pangan bisa lebih lancar, sebab hanya melalui kapal perintis cuma 2 minggu 1 kali.

“Dalam beberapa kejadian 3 sampai 4 bulan tidak ada kapal yang merapat. Pangan tidak ada akhirnya rakyat makan apa adanya, dalam keadaan seperti ini (cuaca buruk, red) bantuan stok beras kita sampai di sana sudah busuk,” ungkap Wagub Kandouw.

“Yang paling terakhir saja kunjungan bapak Gubernur dengan saya kita janji 5 ton tidak ada yang muncul. Berasnya di ambil oleh masyarakat di kepulauan yang lain. Karena ternyata saya baru tahu dari Melongguane ke Miangas harus lewat kepulauan gugusan Nanusa yang banyak sekali pulau-pulaunya yang rawan pangan, jadi kapal mampir di tiap pulau. Bayangkan kalau setiap pulau ambil 1 sampai dengan 2 karung akhirnya sampai ke tempat tujuan beras sudah habis, “jelas Kandouw.

Untuk itu, Wagub Kandouw menyebutkan kita harus memberikan apresiasi kepada Badan Ketahanan Pangan yang sudah melaksanakan kegiatan rapat koordinasi ini.
Sebab koordinasi itu penting yang paling cocok untuk menurunkan angka kemiskinan melalui pangan karena variabel orang miskin itu di makanan.

Sementara Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sulut Ir Jemmy Kuhu MSi melaporan, bahwa Ketersedian pangan di Sulawesi Utara masih dalam kondisi aman dengan analisis neraca tahun 2015 menunjukan 4.076 kilo kalori perkapita perhari. Angka ini sudah melebihi standar ketersediaan pangan untuk setiap orang yaitu sebesar 2.200 kilo kalori perkapita perhari berdasarkan angka ini dapat dikatakan bahwa Sulut mengalami surplus pangan.

Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut Bupati Boltim Sehan Landjar, Pj Bupati Bolmong Nixson Watung SH, Sekda Sitaro Adri Manengkey serta para kepala Dinas/Badan terkait, serta Ketua dan anggota Pokja Ahli Dewan Ketahanan Pangan. (tim/sulutonline).