Pertamina Launching Bright Gas, Tabung 3 Kg “Menghilang”

Konferensi pers Pertamina terkait peluncuran gas LPG 5,5 kilogramKonferensi pers Pertamina terkait peluncuran gas LPG 5,5 kilogram

Manado-Hanya berselang beberapa jam melakukan launching dan konfrensi pers Pertamina Region VII Sulawesi, Sabtu (12/11/2016) sore, terkait produk terbaru tabung gas LPG - Bright Gas 5,5 kilo gram (Kg), malamnya, sekitar pukul 19.00 wita, gas ukuran 3 Kg “menghilang” dipasaran.

Salah satu warga Wonasa Kapleng Kecamatan Singkil, Muammar Fadli mengungkapkan, dirinya pada malam (19.00 Wita), tidak dapat membeli tabung gas ukuran 3 Kg karena stok habis dibeberapa warung dan agen yang biasa menjual tabung gas tersebut, sehingga dirinya mengambil inisiatif untuk mencari lagi sampai bagian Kecamatan Wenang (Kompleks Bank Danamon dan Kanaka).

"Hampir setengah jam putar-putar tanya dibeberapa warung tapi tetap dijawab lagi kosong," ungkapnya.

Padahal, dalam konferensi pers sore, melalui GM Pertamina Operation Region VII Sulawesi, Tengku Badarsyah, mengaku kalau di wilayah Manado bahkan se-Sulut tidak terjadi kelangkaan tabung gas berukuran 3 Kg.

“Tidak ada pengalihan dari pemakaian tabung gas 3 Kg ke ukuran 5,5 Kg. Peruntukan 5,5 Kg ini bagi pemakai 12 Kg namun terlalu berat, jadi ada pilihannya (5,5 Kg). Kami berterima kasih kepada pers kalau ditemui penyimpangan-penyimpangan segera dilaporkan, terus terang personil kami kurang,"katanya.

Sekertaris Provinsi (Sekprov) Sulut, Edwin Silangen yang juga turut hadir dalam kegiatan lauching Pertamina tersebut mengungkapkan, sosialisasi ini sangat penting dimana penggunaan tabung gas 5,5 Kg untuk masyarakat mampu dan bagi yang tidak mampu tetap masih menggunakan yang subsidi 3 Kg.

"Dan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sulut, itu kita harapkan wajib memakai yang 5,5 Kg. dan yang menarik lagi pelayanannya langsung diantar," jelas Silangen yang sebelumnya telah melakukan penandatangan MoU bersama Pertamina.

“Jika terjadi kelangkaan kami akan lakukan operasi pasar. Makanya diimbau agar jangan melakukan aksi borong. Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap para agen,”tambah Silangen yang terkenal akrab dengan insan Pers tersebut.(tim/sulutonline)