GSVL-Mor Apresiasi Anak Sekolah Peduli Lingkungan

Walikota GSVL saat menjawab berbagai pertanyaan dari peserta Dialog PublikWalikota GSVL saat menjawab berbagai pertanyaan dari peserta Dialog Publik

Dialog Publik Akan Digelar Setiap 3 Bulan

Manado-
Sorotan tajam berupa masukan dari sejumlah anak sekolah (Man Model, Eben Haezar, SMK I, Binsus) dalam dialog publik “Enam Bulan Kepemimpinan GSVL-Mor) bertajuk “Lingkungan Bersih, Warga Sehat Manado Cerdas”, Sabtu (12/11/2016) membuat Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE (GSVL-Mor) terkagum-kagum.

“Jika anak sekolah yang merupakan generasi penerus bangsa, sudah mulai berpikir bagaimana membantu pemerintah dalam penataan Kota, ini sangat luar biasa. Terima kasih atas kehadirannya dan ikut memberikan sumbangsih pemikiran,”ungkap GSVL seraya menjawab berbagai pertanyaan para anak sekolah tersebut seraya menyebutkan agar dialog publik seperti ini bias dilakukan setiap 3 bulan berjalan.

Diketahui, sejumlah pertanyaan “menggelitik” yang dilontarkan para anak sekolah tersebut, terkait masalah keamanan, kenyamanan, dan premanisme. Termasuk kebiasaan warga Kota membuang sampah sembarangan. Menariknya, salah satu murid perempuan dari Man Model, menstresing masalah kesehatan para petugas kebersihan di TPA Sumompo.
 Wawali Mor ikut menjawab melengkapi sejumlah pertanyaan peserta dialog
Dialog yang digagas Persatuan Jurnalis Manado Cerdas (PENAMAS) bekerjasama Humas dan Protokol Pemkot Manado di salah satu restoran di kawasan Megamas pukul 10.00 wita hingga sore itu, menjadi sangat menarik menyusul kehadiran puluhan petugas kebersihan yang mewakili 11 Kecamatan di kota Manado, berikut anak sekolah dari berbagai SMU, termasuk para Kepala SKPD dan Camat se kota Manado.

Panitia Pelaksana Budi Harold Rarumangkay (Sulutonline) melalui Sekertaris dialog publik, Raden Surahman (Wartawan JurnalManado) mengatakan, diskusi publik tersebut sengaja digelar sebagai bahan evaluasi juga koreksi kinerja pemerintahan, berkaitan dengan masalah kebersihan yang berdampak pada kesehatan, khususnya karena Kota Manado sebagai pusat Pariwisata. Selain itu juga menyamakan persepsi warga Kota Manado dalam menunjang program Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (ODSK) untuk menggairahkan industry pariwisata.

Walikota GSVL dalam awal pengantarnya mengatakan dirinya bersama Wawali Mor, mengucapkan terima kasih atas digelarnya dialog ini. Kiranya peserta diskusi dapat memberikan masukan agar dialog ini menjadi berarti. Walikota menyebutkan, Pemkot Manado bukan mengejar penghargaan Adipura, namun sehat yang dikejar dari dampak kebersihan.

Dituturkan GSVL, tugas pertama dirinya dengan Wawali Mor adalah menyelesaikan janji politik sewaktu kampanye lalu. "Diawal pemerintahan kami ini, saya dan Pak Mor bertekad untuk menjalankan pemerintahan dengan mengutamakan kepentingan rakyat. Sehingga, program-program kami seperti yang kami sampaikan saat kampanye lalu adalah program pro rakyat. Kami terbuka terhadap kritikan-kritikan tetapi juga harus disertai dengan solusi yang baik," tukas Walikota GSVL.

“"Saya dan Pak Wakil berharap masyarakat Kota Manado bisa menunjang program-program pemerintah dengan menjadikan Manado ini aman, bersih dan rukun. Karena inilah modal kita, untuk mendukung program Pak Gubernur Olly Dondolambey dan Pak Wakil Gubernur Steven Kandouw yakni mendatangkan seratus ribu wisatawan pada tahun 2016 ini, dan sejuta wisatawan pada 2017 mendatang," terang GSVL dalam acara dialog yang juga dihadiri Plt Sekkot Manado Hi Rum Usulu.

Wawali Mor menambahkan dalam mewujudkan visi dan misi mewujudkan Manado Kota Cerdas tahun 2021, terobosan telah dilakukan dengan Program Smart City. Dimana, didukung dergan teknologi, kinerja aparatur pemerintah bisa dinilai termasuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

"Nantinya dengan teknologi dalam Program Smart City ini, diharapkan keluhan-keluhan masyatakat terkiat pelayanan pemerintah dapat diminimalisir dan dapat ditindaklajuti dengan cepat,"tambah Wawali yang selama ini diketahui turun langsung memimpin Tim bersama petugas kebersihan disetiap kecamatan di kota Manado.
Walikota GSVL berharap dialog publik seperti ini bisa dilakukan setiap 3 bulan berjalan
Sementara narasumber pembanding dari pengamat politik pemerintahan, Taufik Tumbelaka mengatakan, diskusi ini menjadi sangat penting, karena berbicara soal sosial ekonomi bagi masyarakat Kota Manado. Dimana, bagaimana bagi pemerintah meracik hal baru sebagai solusi penyelesaian terutama dalam kebersihan sampah yang ada di Kota Manado.

“Nah, membangun kesadaran, bukan hanya kewajiban pemerintah tapi juga tokoh Agama, Masyarakat, Pemuda dan lain-lain. Political will harus tergambar dalam Political Action Marketing strategy ( Big Bang). Kendalanya adalah kebersihan dan kerapian belum menjadi issue primer bagi masyarakat, khususnya Negara-negara berkembang. Dan dasar dari semua itu adalah komitmen bersama, tanpa komitmen apapun yang pemerintah upayakan akan mubazir," terang Tumbelaka, seraya menambahkan sebagai catatan bahwa 'Mari Jo Ka Manado' yang di 'jual' adalah wisata alam yang alami, budaya, kuliner, sejarah dan salah satu variabel pentingnya adalah kebersihan dan kerapian, bukan kemewahan.

“Dalam amatan saya, acara ini sangat luar biasa. Dimana jarang ada pemimpin daerah berani berdialog secara terbuka dengan masyarakat dalam kurun waktu 6 bulan memimpin. Salut untuk GSVL-Mor,”akunya usai dialog.

“Terima kasih khususnya pada pak Walikota dan Wakil Walikota serta Plt Sekkot Manado yang telah bersedia hadir dalam dialog ini. Juga kepada seluruh kepala SKPD, Camat, Petugas Kebersihan, dan adik-adik SMU/SMK yang telah memberikan sumbangsih positif sehingga dialog ini berakhir sukses,”ujar Ketua PENAMAS Donny Wungow, Sekertaris Romel Najoan dan Bendahara Rosita Karim.(tim/sulutonline)