Forkompimda Rapatkan Barisan, Gubernur: NKRI Harga Mati

Drs Roy Mewoh DEA saat mewakili gubernur Olly Dondokambey SE dalam rapat bersama ForkompimdaDrs Roy Mewoh DEA saat mewakili gubernur Olly Dondokambey SE dalam rapat bersama Forkompimda

Antisipasi Aksi Demo 25 November dan 2 Desember

Manado-Pemprov Sulut, Kamis (24/11/2016) menggelar rapat koordinasi dan senergitas pelaksanaan keamanan dan ketertiban untuk mengantisipasi demonstrasi yang akan dilakukan tanggal 2 Desember 2016, yang dilaksanakan di ruang rapat CJ Rantung kantor Gubernur Sulawesi Utara.

Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Roy Mewoh DEA mengatakan, rapat ini harus mampu mengoptimalkan, mensolusikan berbagai permasalahan, serta menyamakan visi dan persepsi untuk mengefektifkan pelaksanaan keamanan dan ketertiban masyarakat, karena tanggung jawab kita sebagai warga negara dan setiap kita memiliki hak untuk berperan aktif dalam pelaksanaan keamanan dan ketertiban serta memiliki kewajiban untuk senantiasa menciptakan kondisi yang aman dan tertib.
TNI Polri rapatkan barisan tangkal issu SARA
“Terkait dengan dengsan isu SARA dan Paham. Radikalisme harus kita pahami hal itu merupakan ancaman bukan saja bagi keamanan dan ketertiban kehidupan bermasyarakat namun juga bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga perlu disikapi secara bijak,”tambah Mewoh.

Karenanya dengan forum ini harus dimaksimalkan sebagai wahana koordinasi guna merevitalisasi peran kita sebagai warga Negara atau masyarakat dalam menciptakan iklim kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang aman dan tertib disamping itu sebagai sarana penimgkatan Sinergitas guna memperkuat hubungan persatuan dan kesatuan dalam tekad visi, persepsi, serta komitmen dalam kerangka pelaksanaan keamanan dan ketertiban yang tetap berada dalam koridor peraturan perundang -undangan dan terbingkai dalam semangat Bhineka Tunggal Ika.

Kapolda Sulut Irjen (Pol) Wilmar Marpaung mengatakan, latar belakang diadakan pertemuan ini bertujuan koordinasi untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di Sulut.”Informasi tanggal 25 November dan 02 Desember ada demo di Jakarta, diharapkan rakyat Sulut tenang dan tidak ikut-ikutan demo,”ingatnya.
Foto bersama usai rakor antisipasi issu SARA dan disintegrasi bangsa
Untuk itu tanggal 30 akan diadakan apel Kebangsaan Nusantara diharapkan para pimpinan Ormas, LSM Tokoh Agama, Masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dan mensosialisasikan kepada anggota - anggotanya mengenai himbauan dari Forkopimda.
Danrem Brigjen TNI Soleman Agusto menambahkan, perjuangan melawan penjajah lebih gampang dari pada melawan bangsa sendiri (bung Karno) invisibel hand (ada tangan tangan yang bermain) jadi kita semua harus kompak demi untuk kenyamanan bersama.

Dihimbau tokoh Agama dan tokoh Masyarakat saling mengingatkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban untuk menangkal gangguan baik dari dalam maupun dari luar, dan jangan ikut ikutan share berita-berita yang menimbulkan kebencian dan jangan lagi ada demo.yang berkaitan dengan SARA.

DanLantamal 8 Laksma TNI Suselo mengatakan, dalam menyikapi situasi akhir- akhir ini TNI siap menjaga keamanan NKRI. Ditambahkan Danlanudsri Kol Pnb Djoko Tjahyono, menyikapi kondisi politik di Jakarta, Sulut bisa menjadi percontohan di daerah lain dengan kerukunan antar umat beragama.

Dihimbau kita tidak ikut-ikut demo seperti di Jakarta. Lebih baik kita mencari kegiatan yang positif untuk membangun daerah,”Saya mengajak yang sudah baik ini kita jaga dan kita tunjukan bahwa Sulut aman dan tertib tidak terpengaruh yang terjadi di Jakarta,”katanya.

Wakil Ketua 1 Brigade Manguni, Aswin K, sepakat bersama seluruh LSM dan Ormas.”Siapa yang mengancam keutuhan NKRI kami akan berada paling depan untuk membela Negara ini, hidup atau mati,”sergahnya.

Turut hadir seluruh Kapolres se Sulawesi Utara, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Pimpinan LSM, Ormas dan Serikat Buruh. (tim/sulutonline).