Ajakan BK Tentang Nasionalisme Masih Relevan

Konferensi Daerah ke 2 Persatuan Alumni GMNI di ManadoKonferensi Daerah ke 2 Persatuan Alumni GMNI di Manado


Manado-
Indonesia adalah "Miracle Nation" yang dibangun dari keanekaragaman suku, budaya, ras, dialek bahasa, puluhan ribu pulau besar maupun kecil, dan keanekaragaman lainnya. Semua itu ternyata oleh Founding Fathers kita ternyata dapat "Dipersatukan" dan menjadi sebuah kekuatan bangsa yang besar dengan semangat "Nasionalisme" yang sangat kental antara lain dari ajaran Bung Karno.

Oleh karena itu ajaran Bung Karno tentang Nasionalisme masih sangat relevan untuk diangkat, dikaji dan dikembangkan saat ini terutama dalam membangun Nasionalisme Bangsa yang harus diakui akhir-akhir ini mengalami degradasi". Demikian antara lain dikatakan Gubernur Sulawesi Utara DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dalam pidatonya ketika berbicara pada Pembukaan Konperensi Daerah ke 2 Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Hotel Arya Duta Manado , 11 Februari 2012.

SHS yang juga merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Persatuan Alumni GMNI Sulawesi Utara dan Gorontalo mengajak para peserta Konperda untuk belajar dari Sam Ratulangi yang oleh Bung Karno dalam bukunya Indonesia Menggugat disebutkan telah lebih dahulu dari dirinya meramal akan terjadinya Perang Pacifik. Sam Ratulangi adalah seorang pemikir besar yang diakui bahkan oleh Bung Karno.

Konperensi Daerah ke 2 Persatuan Alumni GMNI ini akan melakukan evaluasi organisasi serta memilih pengurus masa bakti 2012 - 2014 yang diharapkan akan semakin mewujudkan eksistensi Persatuan Alumni GMNI di Sulawesi Utara dan Gorontalo yang akan membentuk Pengurus Alumni sendiri.

Ketua Umum Persatuan Alumni GMNI yang juga adalah Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo atau yang akrab disapa Pakde Karwo dalam pidatonya juga mengangkat pentingnya semangat nasionalisme yang antara lain berasal dari ajaran Bung Karno. Pakde Karwo mengatakan ke depan Indonesia harus dibangun menjadi bangsa yang Berdaulat dalam bidang Politik, Berdikari dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan (Tim/sulutonline).

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.