Buka Sarasehan Kebhinekaan, Gubernur: Jaga Keutuhan NKRI

 Indonesia Tahun 2016Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE saat membuka Sarasehan Kebhinekaan Dalam Rangka Perayaan Natal Nasional Republik Indonesia Tahun 2016

”Insan Pers Diingatkan Beritakan Hal Positif”

Manado-Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE, Kamis (08/12/2016) membuka Sarasehan Kebhinekaan Dalam Rangka Perayaan Natal Nasional Republik Indonesia Tahun 2016, dengan Tema : Hari ini Telah Lahir Bagimu Juruslamat Yaitu Kristus Tuhan Di Kota Daud dan Sub tema: Memperkuat Persaudaraan dan Cinta Anak Bangsa, di Hotel Peninsula.

Dalam sambutan Gubernur mengatakan kiranya dalam sarasehan ini bisa membawa kesejukan pada kita semua dan tidak hanya wahana diskusi dan peningkatan silaturahmi, serta sinergitas kerja namun juga menjadi wadah berembuk untuk menghasilkan rekomendasi bernilai konstruktif yang dapat diaktualisasikan bersama bagi keutuhan bangsa.
Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat ikut hadir dalam Sarasehan Kebhinekaan yang dibuka gubernur Olly Dondokambey SE
Diingatkan, akhir akhir ini muncul kelompok-kelompok masyarakat yang mencoba menggangu semangat Kebhineka -Tunggal-Ika-an dan kedamaian negara ini. Untuk itu kita harus bersatu menjaga keutuhan Negara ini.”Dalam semangat Natal ini mari kita berdamai dengan Tuhan, berdamai dengan sesama dan berdamai dengan lingkungan,”ingat gubernur.

Dalam kesempatan itu juga, Gubernur meminta peran dari media memberikan informasi kepada masyarakat dan bisa memberikan kesan positif pada masyarakat.

Mewakili Menteri Agama Sesditjen Bimas Kisten Dr Potus Sitorus SPAK MSi mengatakan semua Agama diharapkan menjalankan acara keagamaannya dengan damai agar kebersamaan di negara ini bisa semakin kuat.

Ketua Panitia dalam acara Sarasehan ini Ditjen Imigrasi Kementrian Hukum dan Ham Ronny F Sompie mengatakan Sarasehan ini berkaitan dengan Natal Nasional di Tondano tanggal 27 Desember 2016 mendatang nanti.”Panitia Sulawesi Utara sudah siap, sebab Sulut yang menjadi teladan antar kerukunan umat beragama serta menjadi contoh atau teladan di Indonesia,”terangnya.

Dalam acara ini dihadirkan 7 pembicara dari pusat dan daerah. Selesai Sarasehan ada bakti sosial di Tondano.
Yang menjadi Pembicara dari pusat adalah :
1. Prof Dr Siti Musdah Mulia, MA, seorang Wanita pemberani se Asia.
2. Prof Dr HM Machasin, MA, mantan Dirjen Binmas Islam.
3. Pdt. Albertus Paty (MPH PGI)
Serta pembicara dari Daerah adalah
1. Uskup Manado, MGR Yosef Suatan
2. Mantan Ketua Sinode GMIM, Pendeta Dr A.O. Supit
3. Ketua / Pimpinan KGPM, Pdt. Fetrisia Aling
4. Ketua MUI Sulut, KH Abdul Wahab Abdul Gafur.
Turut hadir dalam acara unsur Forkopimda Sulut Sekdaprov Sulut Edwin Silangen SE MS pejabat Eselon 2 jajaran Pemprov Sulut, Tokoh Agama, Masyarakat dan Ormas. (tim/sulutonline)