Perkuat Toleransi Umat Beragama, FJMB Gelar Natal Bersama Ratusan Lansia Kota Manado

Rapat FJMB persiapan natal bersama ratusan LansiaRapat FJMB persiapan natal bersama ratusan Lansia

Manado-Menyusul efek berbagai demo di Jakarta, disikapi positif warga Sulut, khususnya Kota Manado. Karenanya, Forum Jurnalis Manado Bersatu (FJMB) atau gabungan wartawan dari berbagai pos liputan di ibukota Provinsi Sulut tersebut, terpanggil untuk terus menyatukan persepsi dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. Alhasil, tergagas ide untuk menyelenggarakan perayaan Pra Natal bersama ratusan Lansia, berikut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Desember lalu.

Kegiatan ini direncanakan akan digelar pada Selasa (20/12/2016), dengan menghadirkan Paduan Suara, Cakalele, Barongsai, Hadra sebagai symbol kerukunan di Kota Manado, serta pembagian Sembako dan Diakonia bagi Lansia.

“Perayaan Pra Natal FJMB bersama ratusan Lansia plus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, sengaja digelar untuk menyampaikan pesan pada dunia bahwa di Sulut, khususnya Kota Manado, kerukunan antar umat beragama sangat kuat. Bahkan sejak dulu telah terjadi perkawinan silang atau asimilasi antar suku dan agama (Islam-Kristen),”terang sekertaris panitia perayaan Radenmas Suratman saat rapat lanjutan di salah satu restoran, Rabu (14/12/2016).

Nantinya, tambah ketua panitia Budi Harold Rarumangkay, dalam puncak acara yang akan dihadiri Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE serta BKSAUA dan FKUB Kota Manado itu, akan diadakan pernyataan sikap bersama yang akan dituangkan berupa tandatangan dalam spanduk mengecam keras pembubaran KKR di Sabuga Bandung serta pernyataan turut berduka cita atas tragedi gempa di Aceh.

“Biarlah daerah lain saling menghujat, saling sikut dan saling sikat. Tapi di Sulut, di Kota Manado kita berbagi kasih. Sebab kasih menembus perbedaan. Sebab torang samua basudara. Sebab torang samua ciptaan Tuhan,”ujar Rarumangkay seraya menyebutkan, konsep yang tercetus dari wartawan Muslim ini, mengambil tema;” Manado Bersatu, Sulawesi Utara Bersatu, Nusantara Bersatu dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika”.

“Marilah kita satukan persepsi dalam menjaga toleransi umat beragama di Sulut. Ide teman-teman wartawan ini patut didukung. Karena wartawan adalah seorang pewarta, dimana hasil tulisannya bisa mempertajam disintegrasi bangsa, tapi juga semakin merukunkan dan mendamaikan serta memperkuat komimen NKRI,”kata Alexander Malese, Jandry Kandores, Ronald Gampu yang diaminkan rekan lainnya diantaranya, Donny Aray,Yulia Walandouw, Joice Bukarakombang, Luci Dien, Romel Najoan, James Pesik, Denny Mintianto, Sahril Kadir. (tim/sulutonline)