Palang Merah Denmark Bantu PMI Sulut

Wagub Kansil Saat menerima Perwakilan Palang Merah DenmarkWagub Kansil Saat menerima Perwakilan Palang Merah Denmark


Manado-
Perwakilan pengurus Palang Merah Denmark, Mr. Hans Hausmann menyatakan kesiapan dana untuk berbagai kegiatan kemanusiaan yang akan diselenggarakan oleh PMI Sulut.

Kabar ini tentunya merupakan suatu kebanggaan bagi Sulut dimana PMI Sulut bisa terpilih sebagai PMI yang bisa menerima dan mengelola bantuan dana dari Palang Merah Denmark. Diketahui, dari sejumlah provinsi yang ada di Indonesia, PMI Sulut yang mendapat kepercayaan tersebut.

‘’Sulut punya warga yang ramah, Pemerintah juga sangat bersahabat dan mensuport semua kegiatan palang merah. Kami senang dan bangga dengan hal tersebut,’’ tukas Hausmann, saat pertemuan bersama Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr Djouhari Kansil.

Mr. Hans Hausmann sendiri saat diterima Wagub Kansil Senin (20/02). bersama seluruh Pengurus PMI (Palang Merah Indonesia) Sulut dan Tim ICBRR Sulut. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Kansil dengan topik pembahasan mengenai program pengurangan resiko terpadu berbasis masyarakat (PERTAMA).

Menurut Kansil, yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina PMI Sulut, mengatakan program tersebut merupakan program pemberdayaan kapasitas masyarakat untuk mengambil tindakan inisiatif dalam mengurangi dampak bencana, kesehatan, dan lingkungan, dimana program PERTAMA tersebut bersifat partisipatif yang dilakukan dari, oleh, dan untuk masyarakat.

‘’Sehingga bila terjadi bencana mereka dapat menolong atau menyelamatkan diri sendiri, keluarga, serta warga masyarakat lainnya,’’ jelas Kansil yang pada kesempatan tersebut didampingi oleh Asisten bidang Administrasi Umum Edwin Silangen dan sejumlah Kepala SKPD terkait.

Dijelaskan Kansil, sejak tahun 2007 di Sulut telah dilaksanakan program PERTAMA tersebut, dimana tahap 1 berlangsung di Kabupaten Sangihe dan Minahasa Selatan, dimana program tahap 1 tersebut akan berakhir pada bulan Maret tahun ini. Selanjutnya pada tahap 2 program PERTAMA akan dilaksanakan di 3 Kabupaten/Kota baru yakni Manado, Bitung, dan Sitaro.

‘’Tiga daerah tersebut akan menjadi daerah penerima manfaat program pengurangan resiko terpadu yang berbasi masyarakat,’’ ujarnya sembari menambahkan bahwa selama ini paradigma masyarakat soal PMI harus dirubah. ‘’Jika selama ini PMI hanya identik dengan kegiatan donor darah, padahal banyak kegiatankemanusiaan lainnya yang menjadi fokus PMI,’’ tambahnya. (Tim/sulutonline).

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options