ODSK Gandeng Philipina Mantapkan Sektor Pertanian dan Pariwisata

Gubernur Olly Dondokambey SE didampingi Wagub Kandouw tukaran cinderamata dengan Ambasador Philipina Maria Lumen B IsletaGubernur Olly Dondokambey SE didampingi Wagub Kandouw tukaran cinderamata dengan Ambasador Philipina Maria Lumen B Isleta

Manado-Berbagai terobosan terus dilakukan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (ODSK) dalam memajukan daerah Nyiur Melambai. Setelah sejumlah Negara sahabat, kali ini Negara Philipina digandeng untuk memantapkan sektor pertanian dan pariwisata. Hal itu terlihat saat menerima kunjungan Ambasador Philipina Maria Lumen B Isleta, Rabu (18/01/2016).

Dalam pertemuan penuh kekeluargaan tersebut, ODSK didampingi Sekdaprov Sulut Edwin Silangen SE saat berbincang-bincang dengan Maria Lumen, membicarakan Launchimg Roro yang rencananya pada bulan April mendatang, termasuk rencana kerjasama di sektor pertanian dan pariwisata.

Gubernur memgatakan, Roro ini sangat menunjang kegiatan ekonomi pemerintah Sulut. Alasannya, Philipina dan Sulut terikat sejarah lama. Dimana, ada warga Sangihe - Philipina dan Philipina – Sangihe, jadi hubungan emosional sampai sekarang masih terjaga.
Gubernur Olly Dondokambey SE didampingi Wagub Kandouw dan Sekdaprov Sulut Edwin saat pertemuan bersama Ambasador Philipina Maria Lumen B Isleta
“Kita akan adakan kerjasama di bidang pertanian dan pariwisata dan bidang- bidang lainnya. Apalagi menurut Presiden Joko Widodo, Sulut merupakan pintu gerbang pasifik,”kata gubernur.

Untuk menunjang berbagai sektor pembangunan, terutama pariwisata Sulut, terang gubernur, sekarang ini pemerintah sementara menyiapkan perluasan pelabuhan Bitung dan bandara - bandara lainnya.” Tahun ini, ada sekitar 600 milyar untuk pengembangan insfrastruktur pelabuhan dan bandara untuk menunjang peningkatan ekonomi di Sulut,”terang Gubernur.

Ditambahkan Gubernur, sekarang Pemprov Sulut sementara menjajaki pembukaan penerbangan Manado- Zebu dan Hongkong,”Tanggal 29 nanti, istri saya dan istri Wagub Sulut akan ke Manila,”ungkap Gubernur.

Ambassador Philipina Maria Lumen dalam pembicaraan mengatakan kali ini dirinya membawa tim yang paling besar dari kementerian dalam rangka rencana Launching Roro dengan Presiden Joko Widodo. “Kita menyadari pelayaran Roro penting dan harus berkelanjutan dan pelayaran ini berkesinambungan,”kata Maria.
 Foto bersama tim Ambasador Philipina
Diungkapkan Maria, Presiden Philipina Duterte berasal Mindanao yang berdekatan dengan Sulut,”Jadi sekarang lagi fokus untuk pembangunan insfrastruktur di harapkan material bisa di pasok dari Sulut,”harapnya, seraya menyebutkan, apa yang dilakukan Duterte sama dengan Presiden Jokowi jadi membangun tidak hanya di pulau Jawa tetapi di luar Jawa menjadi prioritas begitupun presiden Duterte.

“Kami optimis proyek infrastruktur pembangunan setelah ini jalan, kami akan menghidupkan penerbangan langsung ke Davao. Disamping konektifiti laut dan darat akan ada hubungan manusia dan manusia serta kerjasama di bidang lain, kita akan bicarakan bersama tim dari Philipina dan tim dari Sulut. Saya lihat turis China banyak datang di Manado kedepan turis Philipina akan banyak datang di Sulut, setelah pertemuan ini ada pertemuan bisnis di mana perlu untuk menyampaikan sebelum launching bulan April nanti,”urai Maria seraya meminta perhatian gubernur tentang nasib nelayan Philipina yang tertangkap menangkap ikan di perairan Indonesia khususnya Sulut.

Gubernur juga mengatakan mensuport dan akan segera ditindak lanjuti serta meminta pihak imigrasi, bea cukai dan pihak yang terkait supaya cepat menangani masalah tersebut.”Karena bea cukai dan imigrasi masih kelas B, maka kedepan akan ditingkatkan supaya komunikasi bisa berjalan lancer,”tutup Gubernur. (tim/sulutonline).